Wanita Pemilik Rental PS di Jambi Mengaku ke Keluarga Diperkosa 8 Anak
Laporan dugaan pemerkosaan itu dilaporkan keluarga ke polisi pada Kamis (2/2) lalu.
Pihak keluarga Yunita Sari Angraini, wanita pemilik rentak Playstation (PS) di Jambi membantah keponakannya mencabuli belasan anak. Menurut tante Yunita, Sarmila, keponakannya tersebut justru menjadi korban pemerkosaan delapan anak.
"Saya membantah bahwa keponakan sudah mencabuli belasan anak. Akan tetapi dirinyalah sudah menjadi korban pemerkosaan atas 8 orang anak," kata Sarmila di rumah orangtua Yunita, Kamis (9/2).
Menurut Yunita, laporan dugaan pemerkosaan itu dilaporkan ke polisi pada Kamis (2/2) lalu. Laporan itu disertai bukti yang dibawa ke Polresta Jambi.
"Itu dari cerita Nita, 'gimana mau melawan mak'," ucap Karmila menirukan ucapan Yunita ke keluarga.
"Ada yang memegang, menginjak rambut, menutup mata. Perilaku anak-anak di sini enggak kayak anak pada umumnya, mereka itu pintar," ujar dia.
Selain itu, Sarmila meyakini bahwa keponakannya merupakan korban dilihat dari ditemukannya banyak luka di tubuh Yunita. Atas hal itu, Sarmila meyakini bahwa keponakannya tersebut tidak mungkin melakukan pelecehan terhadap belasan anak.
"Sekarang kami minta keadilan untuk keponakan kami ini, di sini dia yang korban, tidak mungkin dia melecehkan anak-anak," tutur dia.
Laporan Pemerkosaan Masih Diselidiki Polisi
Tepisah, Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Afrito Marbaro Macan mengatakan, laporan dugaan pemerkosaan dialami Yunita saat ini masih dialami Polresta Jambi bersama Polda Jambi.
"Kami masih mengumpulkan barang bukti memunggu hasil visum dan hasil lapor bukti yang ada," kata Afrito.
Afrito menjelaskan, barang buktik yaitu baju Yunita serta sperma saat ini sedang di uji laboratorium, dan masih mencari petunjuk lainnya. "Jadi cairan sperma itu salah satu orang yang dilaporkan oleh YSA, dan saksi yang diperiksa itu sudah delapan orang sedangkan untuh naiknya kasus ini kita lagi menunggu hasil visum dan uji lab," tutupnya.
Reporter: Hidayat
(mdk/gil)