Wanita Misterius Bawa Bensin ke Balai Kota Ngaku Ibu Negara, Anak Rhoma dan Ani
Namun, usai dilepaskan wanita yang belum diketahui asal usulnya tersebut melaporkan salah satu anggota TNI ke POM Kodam Jaya dengan laporan penganiayaan.
Kepala Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pihaknya telah melaporkan seorang ibu pembawa bensin yang sempat sambangi Gedung Balaikota, Jakarta Pusat kota Polsek Gambir.
Dia menyebut laporan tersebut atas dugaan pencemaran nama baik dan mengancam merusak aset negara.
"Saya sudah bersurat ke Polsek Gambir, melaporkan bahwa ibu itu melakukan, mengancam pengrusakan aset pemerintah dan mencemarkan nama baik," kata Budi saat dihubungi, Rabu (28/10).
Dia menjelaskan awalnya pihaknya hanya mengamankan barang bukti bensin dalam botol mineral dan melepaskan wanita tersebut dengan dugaan mengalami gangguan jiwa.
Namun, usai dilepaskan wanita yang belum diketahui asal usulnya tersebut melaporkan salah satu anggota TNI ke POM Kodam Jaya dengan laporan penganiayaan.
"Ibu itu ternyata melaporkan salah satu TNI, (awalnya) kita berpikir bahwa akhirnya orang POM datang, akhirnya saya jelaskan kronologi semuanya kepada POM itu," jelasnya.
Isi Surat
Kepada Yang Terhormat Anies Baswedan yang menangani DKI di tempat.
Assalamualaikum Wr Wb,
Dengan ini saya menyampaikan surat ini kepada Anies Baswedan. Saya sudah capek sekali dan sudah berulang kali memberikan surat pertemuan, tetapi kamu tidak mau bertemu dengan saya.
Padahal tanpa saya, suara dan gedung, lahan, harta benda, uang rupiah dan kepemimpinan, kedudukan, jabatan itu dari saya. Pura-pura hidupmu masih hidup di jalanan seperti asalmu dahulu pengemis. Setelah saya berikan kamu kesempatan agar kau dipandang oleh rakyat, ternyata kau lupa kulit seperti kacang.
Mungkin asiknya kau menikmati hasil harta benda seorang yang punya harta benda yang sudah kau abaikan, tidak kau pedulikan. Saya mau bertemu kepada kamu sekarang juga dalam rangka sebelum saya kembali ke kepemimpinan kedudukan kepresidenan. Langsung saja saya jadi presidennya dan sebagai wakil presidennya ayah Rhoma Irama.
Saya sekarang ini mengambil posisi kedudukan di kepemimpinan Kapolsek Cawang di Jatinegara. Saya mengambil uang anggaran tunjangan yang berwenang di kepemimpinan saya di harta ini karena rekan-rekan kapolsek lain di wilayah Jakarta ini mengharapkan sekali kepada saya uang tunjangan tersebut sebagai uang saku tunjangan dan uang jalan, dan begitu dengan anggota karena saya belum masuk ke dalam gedung istana.
Saya mengambil uang tunjangan ini di Bank DKI. Khusus di wilayah Jakarta, saya sudah mengambil dalam kesendirian dengan tangan saya sendiri. Penjaga Bank DKI mengatakan kepada saya bahwa saya harus melalui yang menangani DKI yakni Anies Baswedan. Dan saya sudah berkata kepada mereka tidak perlu karena saya yang punya uang rupiah atau dana dari saya, surat keterangan tersebut.
Saya bertanya kepada Anies Baswedan kapan saya memberikan surat keterangan pengambilan uang pinjaman ke Pemda karena Parpol yang berada di Jakarta ini pada tidak terima semuanya. Kita harus bertemu sekarang juga. Demikianlah yang saya sampaikan agar Anies Baswedan langsung bertemu dengan saya sekarang juga.
Harap dapat mengerti, dari yang berwenang, Ibu Negara RI Ernawati Ululaya Nias, anak bunda Ani Yudhoyono/Rhoma Irama pemimpin Kapolsek Cawang, Otista, Jatinegara.
Sebelumnya beredar video seorang ibu menggunakan pakaian serba hitam mendatangi gedung Balai Kota, Jakarta Pusat. Dalam video tersebut juga tampak seorang Polisi mengamankan sebotol bensin dari tas yang dibawa oleh ibu tersebut.
Dalam percakapan petugas tersebut si ibu yang menggunakan masker berencana akan membakar lokasi tersebut. Ibu tersebut juga berteriak-teriak dengan petugas yang berjaga.
Reporter: Ika Defianti
Sumber : Liputan6.com