Wanita Jerman ini kehilangan anaknya di Bandung
Violetta sudah tidak bertemu dengan anaknya selama lima bulan.
Seorang wanita asal Jerman, Violetta Fraczek (36), telah lima bulan lebih tak bertemu anak kandungnya, Aubrey Aiko Candera (5). Anaknya itu diduga dibawa suaminya, Vicky Candera (38).
Sebelumnya pada Maret 2012 lalu Violetta sudah melaporkan kepada pihak kepolisian. Namun tak perkembangan. Akhirnya pada Jumat (20/7) polisi menghadirkan dua saksi untuk melakukan konfrontasi.
Konfrontasi dua pihak itu digelar di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (20/7). Violetta yang datang didampingi penasihat hukum terpancar rona harapan agar anak semata wayangnya itu bisa ditemukan.
"Hari ini ibu Violetta dipertemukan dengan Ricky dan Toni, mereka berdua adalah kakak dari suaminya. Ini terkait kasus KDRT dan membawa lari anak yang sudah kami laporkan pada Polrestabes," kata Sispayer Siregar, penasihat hukum Violetta.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, Ricky dan Toni mengungkapkan fakta berbeda. Mereka memberi keterangan bahwa Violetta yang suka mengancam menggunakan pisau kepada suami. Namun, Violetta mengaku justru dirinya yang menerima tindak kekerasan yang pada akhirnya suami membawa pergi anaknya.
"Kami punya banyak bukti, bahwa Violeta adalah korban KDRT," katanya. Dia membuktikan adanya rekamedis yakni luka-luka yang ada dibagian tubuh Violeta.
Dengan bukti-bukti yang telah dia kumpulkan bahwasanya kliennya itu hanya ingin segera Aubrey bisa kembali ke pangkuannya. "Kami ingin pelaku semua dihukum. Anaknya kembali, karena ini adalah tindakan kriminal dengan cara penculikan," ungkapnya.
Untuk diketahui Violetta bule Jerman yang sudah berada di Indonesia pada tahun 1997 ini, pada 28 Februari 2012 dikagetkan dengan kondisi rumah kontrakan, Jalan Muara Barat, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat yang rusak. Ia saat itu baru pulang dari Bahrain.
Selain kondisi rumah yang hancur. Dia sadar suami, anak dan pembantu juga tidak ada di rumah. Di situlah Violeta hingga saat ini tidak menemukan tanda-tanda ditemukan anaknya. Namun indikasi Aubrey dibawa suaminya itu sangat kuat. Karena sebelum ke Bahrain, Violeta mengaku sering mendapat perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Upaya pencarian sudah dilakukan, tapi tak berbuah hasil. Dia berharap dengan bukti dan adanya konfrontasi bisa ditemukan buah hatinya tersebut.