LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wamenkes Harap Penggunaan Alat USG Menekan Angka Kematian Ibu Akibat Melahirkan

Dante mengatakan, alat tersebut akan menggantikan metode konvensional diagnosa janin dalam perut ibu hamil, salah satunya penggunaan alat kayu yang pernah digunakan bidan untuk mendeteksi gerakan janin.

2021-11-25 21:32:00
USG
Advertisement

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengemukakan, pemanfaatan alat ultrasonografi atau USG bagi ibu hamil di seluruh puskesmas di Tanah Air sebagai kemajuan teknologi di bidang pelayanan kesehatan.

"Puskesmas bukan lagi pelayanan untuk generik, kita sudah advance. Kita mengembangkan strategi transformasi kesehatan, salah satunya pelayanan primer berbasis teknologi. Akan jadi maju selangkah ke depan bertahap," kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers peringatan Hari Ibu 2021 yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Kamis.

Dante mengatakan, peringatan Hari Ibu 2021 yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum yang tepat dalam mendistribusikan alat ultrasonografi portabel ke seluruh puskesmas di Indonesia.

Advertisement

"Kita bagikan kepada 447 puskesmas di Indonesia tahun ini. Tahun depan mudah-mudahan ada sekitar 4.180 alat lagi yang kita juga bagikan ke puskesmas," kata dia. Dikutip Antara.

Dante mengatakan, alat tersebut akan menggantikan metode konvensional diagnosa janin dalam perut ibu hamil, salah satunya penggunaan alat kayu yang pernah digunakan bidan untuk mendeteksi gerakan janin.

"Zaman dulu bidan melakukan layanan menggunakan alat mendengar gerakan bayi dari kayu, sekarang sudah dengan teknologi," ujar dia.

Advertisement

Dante menambahkan, pertumbuhan janin yang terhambat bisa dideteksi dengan menggunakan alat ultrasonografi sehingga tenaga kesehatan bisa melakukan identifikasi serta melakukan intervensi gizi kepada ibu dengan masalah janin.

"Pemeriksaan kehamilan yang semula dilakukan empat kali selama hamil, dinaikkan enan kali pada saat hamil. dua di antaranya harus pemeriksaan dokter," katanya.

Dengan pemeriksaan dokter serta kolaborasi dengan bidan, kata Dante, maka akan bisa dideteksi kelainan persalinan yang mungkin terjadi pada saat hamil.

Dante mencontohkan, apabila terdapat plasenta letak rendah kondisi itu akan membawa indikasi persalinan dengan pendarahan yang lebih banyak. "Ini hanya bisa dideteksi dengan menggunakan alat ultrasonografi," katanya.

Dante berharap bantuan alat tersebut dapat menekan angka kematian ibu melahirkan yang saat ini berkisar 308 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup dari sekitar 5 juta kehamilan di Indonesia.

"Sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengamanatkan angka tersebut harus bisa ditekan menjadi 185 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2024," tutup dia.

Baca juga:
Gejala Awal Kehamilan yang Jarang Disadari, Pasangan Suami Istri Wajib Tahu
Hamili Tiga Wanita Sekaligus, Pemuda di Flores Timur Dilaporkan ke Polisi
Polantas Selamatkan Ibu Hamil yang Alami Pendarahan di Rest Area KM 57 Tol Japek
8 Jus untuk Ibu Hamil yang Dapat Dikonsumsi, Bantu Tingkatkan Pertumbuhan Janin
Apakah Wanita Tengah Program Hamil Bisa Vaksin? Ini Kata WHO
Nekat Jalan Kaki ke Kantor Polisi, Begini Lucunya Ibu Hamil Ngidam Naik Mobil Patwal

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.