Walkot Makassar sokong komunitas guru suarakan reposisi guru
Dia meminta peran guru harus dikembalikan ke peran guru yang sesungguhnya yakni sebagai guru peradaban, guru kebaikan.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, perlu reposisi guru terkait kasus pengeroyokan guru di Makassar yang dilakukan siswa bersama orang tuanya terjadi Rabu (10/8). Berkaca dari kasus itu, dia meminta peran guru harus dikembalikan ke peran guru yang sesungguhnya yakni sebagai guru peradaban, guru kebaikan sebagaimana peran guru yang dulu.
"Seandainya peran guru saat ini sama seperti dulu, saya kira dengan rasa hormat tidak akan pernah ada orang yang mau menciderai guru," kata Mohammad Ramdhan Pomanto saat bicara di depan wartawan, Minggu, (14/8), setelah menjenguk guru Dasrul di RS Bhayangkara.
Ramdhan menegaskan ulang, harus ada reposisi guru di Indonesia. Jika ada kasus dan jadi berita guru perkosa anak muridnya, itu semua harus dilawan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Untuk mereposisi guru ini dibutuhkan regulasi baru. "Tidak perlu formalitas yang seperti itu. Tetapi saya kira guru secara komunitaslah yang harus berjuang untuk itu. Kalau kita terlalu formal, itu belum menjamin akan berhasil. Justru kelompok guru inilah yang harus dipacu dan diberi ruang. Pemerintah kota memberi ruang dengan regulasi yang ada," pungkasnya.
Baca juga:
Kasus Dasrul, Pemkot Makassar terbitkan Perwali perlindungan guru
Wali Kota Makassar beri perlakuan khusus siswa yang keroyok guru
Siswa yang tinju guru Dasrul di Makassar dikeluarkan dari sekolah
Kasus pengeroyokan guru Dasrul diambil alih Polrestabes Makassar
Hidung Dasrul dioperasi karena patah dihajar murid dan orang tua
Deretan kasus kenakalan bocah SMK yang aniaya gurunya
Siswa pengeroyok guru di Makassar menangis dan mengaku stres