Wali Kota Makassar Kembali Diperiksa Bawaslu Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Wali Kota Makassar ini diperiksa menindaklanjuti laporan masyarakat yang mempersoalkan pembelaan Danny kepada 15 camat, sebagaimana tertuang dalam pemberitaan.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto kembali berurusan dengan Bawaslu Makassar, terkait dugaan pelanggaran Pemilu. Dia memenuhi undangan klarifikasi, Jumat (1/3). Sebelumnya, awal Januari lalu, dia juga diperiksa gara-gara kegiatannya yang mendatangkan Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) di gedung Celebes Convention Center, 22 Desember 2018.
Ketua Bawaslu Makassar, Nursari yang ditemui Jumat sore tadi usai pemeriksaan Danny Pomanto mengatakan, Wali Kota Makassar ini diperiksa menindaklanjuti laporan masyarakat yang mempersoalkan pembelaan Danny kepada 15 camat, sebagaimana tertuang dalam pemberitaan. Soal 15 camat itu sendiri, kasusnya masih sementara diproses di Bawaslu Sulsel terkait video dukungan ke Jokowi. Dan juga soal video Danny Pomanto yang menyatakan dukungan ke Jokowi.
"Oleh pelapor menilai di berita itu ada bahasa-bahasa terlapor (Danny Pomanto) yang dianggap melanggar. Juga di video bernada dukungan tapi itu bukan ranah kita untuk meneliti asli atau tidak laporannya masuk kemarin. Biarkan proses yang menjawab. Jangan sampai kontra produktif dengan hasil pemeriksaan," kata Nursari.
Terkait dugaan pelanggarannya, tambah Nursari, yang berhubungan dengan penggunaan fasilitas negara dalam kapasitas terlapor sebagai Wali Kota Makassar.
Danny Pomanto sendiri kepada awak media setelah selesai pemeriksaan mengatakan, soal pembelaan ke camat-camat, menurutnya itu pantaslah karena 15 camat itu bawahannya.
"Saya juga sudah lihat video yang viral itu disebut-sebut berikan dukungan, mereka itu tidak salah. Video itu sebenarnya mengenai kampanye antinarkoba yang diedit," kata Danny.
Lalu soal videonya sendiri yang berbunyi dukungan ke Jokowi, dia ditanya bagaimana proses editnya. Menurutnya, video dukungan itu tidak menyebutkan atau menulis jabatannya sebagai Wali Kota Makassar, hanya menyebut nama Danny Pomanto.
"Saya merasa tidak ada kata atau tulisan Wali Kota Makassar, hanya nama Danny Pomanto dan itu kode kalau sifatnya pribadi karena saya tahu Wali Kota Makassar tidak boleh berkampanye. Kalau ada orang yang kasi nama Wali Kota Makassar di video itu bukan Danny Pomanto, maka itu urusan mereka," tandasnya membela diri.
Baca juga:
Kunker ke Kendari, Jokowi Dicegat Warga di Tengah Jalan
Relawan Yakin Jokowi Menang di Jabar Meski Selisih Suara Tidak Besar
Keluarga Uno yang Dukung Jokowi Ternyata Caleg Hanura
Sejumlah Pemuka Agama di Jatim Bakal Kampanyekan Jokowi di Acara Dakwah
Soal Tagline 0110, Politisi PPP Ini Sebut Masyarakat Cerdas Pilih Pemimpin