Wali kota Batu ngaku lagi mandi saat ditangkap KPK
"Saya ada di dalam rumah. Saat itu mandi, ada yang gedor pintu, ternyata petugas KPK," katanya.
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, keluar dari ruang penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Dia telah selesai menjalani pemeriksaan awal yang dilakukan oleh KPK.
Saat keluar sekitar pukul 20.45 WIB, Politikus PDI Perjuangan tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari KPK dan Brimob. Sehingga sempat terjadi ketegangan antara para awak media yang sudah menunggu sejak sore hingga malam.
Hal ini terjadi lantaran Eddy yang ingin memberikan keterangan pada media, sebelum masuk ke dalam bus Polisi untuk menyampaikan mengenai penangkapannya. Dia mengaku dibawa petugas KPK saat sedang berada di rumah dinasnya di Batu, Jawa Timur.
"Saya ada di dalam rumah. Saat itu mandi, ada yang gedor pintu, ternyata petugas KPK," katanya.
Saat ditangkap oleh petugas antirasuah, Eddy mengaku bingung. Terutama mengenai barang bukti yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan.
"Katanya OTT, nah uangnya saya enggak tahu. Nerima juga enggak tahu," ucapnya.
Selain Eddy Rumpoko, KPK juga membawa seorang rekanan salah satu pemilik hotel ternama di Batu, yakni Philip.
Keduanya dari Polda Jawa Timur langsung dibawa ke Bandara Internasional Juanda untuk diterbangkan ke Gedung KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Baca juga:
Nasib wali kota Batu mau lengser dan ditangkap KPK
Wali kota Batu: Saya ini disangka apa? Uangnya di mana?
Pemkot Batu belum tahu Eddy Rumpoko ditangkap KPK
OTT Wali Kota Batu, KPK amankan lima orang dan sita sejumlah uang
Sebelum diterbangkan ke Jakarta, wali kota Batu diperiksa di Polda Jatim
Kena OTT KPK, Wali Kota Batu diduga terima suap