LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wali Kota Bandung Minta Maaf Soal Penggusuran Tamansari

Wali Kota Bandung Minta Maaf Soal Penggusuran Tamansari. Menurutnya, pembangunan rumah deret penting dilakukan untuk memberikan hunian layak bagi warga. Untuk itu, ia meminta dukungan dari masyarakat agar proses pembangunan rumah deret bisa berjalan cepat.

2019-12-15 04:04:00
Penggusuran Tamansari
Advertisement

Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta maaf kepada seluruh warga Bandung yang terganggu dengan penggusuran di RW 11, Kelurahan Tamansari, Kamis (13/12). Meski demikian, ia tetap berkeyakinan bahwa kebijakannya harus tetap dijalankan untuk pembangunan rumah deret.

Menurutnya, pembangunan rumah deret penting dilakukan untuk memberikan hunian layak bagi warga. Untuk itu, ia meminta dukungan dari masyarakat agar proses pembangunan rumah deret bisa berjalan cepat.

"Mang oded sebagai wali kota Bandung mohon maaf kepada semua warga bandung kalau dengan adanya penertiban aset untuk pembangunan rumah layak huni di tamansari itu terganggu," kata dia, Sabtu (14/12).

Advertisement

"Mudah-mudahan saya mohon dukungan dari semua warga kota Bandung untuk memberikan rumah layak untuk saudara kita, sesuai amanat undang-undang," ia melanjutkan.

Klaim 3 Ribu Warga Antre Rumah Deret

Politisi PKS itu mengklaim bahwa sudah ada sekitar 3000 warga mengantre yang mengajukan hunian rumah sewa di Kota Bandung. Pembangunan rumah deret dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengakomodir keinginan mereka.

Advertisement

"Sedikit-sedikit kita hadirkan (rumah hunian) sehingga mudah-mudahan bisa meminimalisir menuntaskan warga Bandung yang enggak punya rumah," ucap dia.

Disinggung mengenai adanya penolakan dari sebagian warga, hingga mengajukan gugatan, Oded menyatakan tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, upaya untuk mencari solusi ia sebut sudah dilakukan, seperti tawaran kompensasi hingga menggelar mediasi.

"Mereka (warga yang memilih bertahan dan menolak pembangunan) memang dari awal, ketika dimediasi dulu, memang mereka sudah menyampaikan mereka akan tetap posisi menolak. Ya kita susah (mencari solusi)," kata dia.

"Saya analogikan, saya punya 100 anak, ada tiga (sampai) empat orang yang menolak ya susah. Kalau mereka punya itikad baik, ya kita duduk bersama. Ini ditawarkan kepada semuanya. Cuman ketika dia menolak, itu kan hak mereka," imbuhnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.