Waketum Golkar soal Revisi Disertasi Bahlil Lahadalia: Membuktikan Tidak Ada Plagiat
Menurutnya, revisi merupakan bagian dari prosedur yang umum dilakukan oleh mahasiswa sebelum meraih gelar akademik.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir menegaskan, keputusan Universitas Indonesia (UI) untuk merevisi disertasi Bahlil Lahadalia adalah hal yang wajar dalam dunia akademik.
Menurutnya, revisi merupakan bagian dari prosedur yang umum dilakukan oleh mahasiswa sebelum meraih gelar akademik.
“Revisi ini justru mengonfirmasi bahwa tudingan plagiat yang sebelumnya diarahkan kepada Ketua Umum kami itu tidak berdasar. Dengan adanya keputusan revisi, tudingan tersebut otomatis terbantahkan,” ujar Adies yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI kepada wartawan, Jumat (7/3).
Lebih lanjut, Adies mengingatkan agar pihak universitas lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan akademik, mengingat dampaknya yang luas terhadap mahasiswa.
“Keputusan kampus harus benar-benar dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan friksi internal yang justru merugikan mahasiswa. Jika keputusan diambil secara serampangan, ini bisa menjadi preseden buruk di masa depan,” tambahnya.
Adies juga menekankan pentingnya kredibilitas UI sebagai salah satu kampus ternama di Indonesia. Menurutnya, ketelitian dalam membuat keputusan akademik harus dijaga agar tidak merugikan mahasiswa dan tidak merusak reputasi institusi.
“UI memiliki nama besar dan kredibilitas tinggi. Jangan sampai reputasi ini dipertaruhkan hanya karena kurangnya ketelitian dalam mengambil keputusan. Ini menjadi pelajaran penting, bukan hanya bagi UI, tetapi juga bagi kampus-kampus besar lainnya,” pungkasnya.