Waketum Demokrat: Ada yang lebih penting dari pada bermain Pokemon
Nurhayati Ali Assegaf yang mengaku tidak tertarik memainkan game tersebut.
Demam game Pokemon Go kini menarik perhatian banyak orang, mulai dari kalangan masyarakat biasa hingga anggota Dewan mulai penasaran dan ikut memainkannya. Namun beda halnya dengan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf yang mengaku tidak tertarik memainkan game tersebut.
"Pokemon tak usah dibesar-besarkan. Kalau saya sendiri Alhamdulillah tidak tertarik. Anak-anak saya juga tak tertarik. Saya dengar di radio, televisi, membuat orang penasaran," ujar Nurhayati, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/7).
Dia menilai manusiawi jika ada anggota Dewan yang ikut memainkan game itu. Asalkan dimainkan saat waktu senggang.
"Masing-masing sudah tahu apa yang harus dilakukan. Ada kepatutan. Buat saya, ketika dilakukan di jam-jam senggang itu manusiawi, tetapi bukan berarti menjadi kecanduan apalagi merugikan," lanjut Nurhayati.
Anggota Komisi I DPR itu mengaku tak mempermasalahkan bila ada larangan memainkan Pokemon Go di DPR. Rencananya Ketua DPR akan melarang anggota Dewan memainkan Pokemon Go di kawasan DPR.
"Bagus kalau sudah ada larangan. Tetapi hal-hal itu dari pribadi masing-masing kapan dia mau main. Kalau saya ada yang lebih penting dari bermain Pokemon," tutup Nurhayati.
Laporan: Galih Nugroho
(mdk/dan)