LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wakapolri mengaku sudah minta Kapolda Metro ungkap cepat kasus Novel

Wakapolri mengaku sudah minta Kapolda Metro ungkap cepat kasus Novel. Namun, ia menyebutkan investigasi dalam teror Kasatgas kasus korupsi e-KTP itu ibarat cuaca yang tak mudah ditebak. "Itu kan seperti cuaca, bisa cepat bisa tidak," kata Komjen Syafruddin.

2017-04-25 17:57:20
Wakapolri Komjen Syafruddin
Advertisement

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan proses penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan masih terus berlanjut. Namun, ia mengakui tak mudah dalam mengungkap kasus ini.

Syafruddin menjelaskan sejak awal Novel Baswedan mendapatkan teror, kepolisian berkomitmen untuk mengungkapnya dengan cepat. Namun, ia menyebutkan investigasi dalam teror Kasatgas kasus korupsi e-KTP itu ibarat cuaca yang tak mudah ditebak.

"Ya bagaimana perkembangan investigasi aja, itu kan seperti cuaca, bisa cepat bisa tidak," kata Wakapolri usai menghadiri rapat di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (25/4).

Mantan Kalemdikpol ini mengatakan, telah memerintahkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan untuk memimpin investigasi terhadap Novel Baswedan. Perintah tersebut, kata dia, dikeluarkan satu hari setelah teror yang terjadi pada (11/4) lalu.

"Dari awal saya bilang secepatnya. Kan Anda tahu hari pertama kejadian saya sudah perintahkan Kapolda Metro Jaya ungkap secepatnya," katanya.

Seperti diketahui, Kasatgas e-KTP itu mengalami aksi teror penyiraman air keras, Selasa (11/4) seusai menjalankan ibadah salat Subuh di masjid Al Ihsan, tak jauh dari kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dengan demikian, pada hari ini telah dua pekan, kepolisian belum dapat mengungkap kasus ini.

Kedua mata penyidik andalan KPK itu mengalami kerusakan di bagian selaput matanya, khususnya di mata sebelah kiri. Lulusan Akpol 1988 itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading setelah dirujuk ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center. Guna mendapat penanganan lebih lanjut, Novel diterbangkan ke Singapura.

Baca juga:
Bambang Widjojanto beri dukungan untuk KPK
Praperadilan SKP2 Novel dikabulkan, Kejagung siapkan deponering
Sidang Praperadilan SKP2 Novel Baswedan dimenangkan pihak korban
Korban Novel Baswedan gugat UU Kejaksaan ke Mahkamah Konstitusi
Korban kecewa sidang praperadilan Novel Baswedan ditunda pekan depan
Sidang praperadilan Novel Baswedan di PN Bengkulu ditunda
Sidang gugatan penghentian kasus Novel digelar hari ini

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.