LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wakapolri anggap wajar jika Novel Baswedan kecewa

Wakapolri anggap wajar jika Novel Baswedan kecewa. Menurutnya, semua orang yang menjadi korban pasti kecewa jika penyelidikan yang dilakukan belum membuahkan hasil. Menurutnya, itu sifat manusiawi.

2017-08-15 17:13:38
Novel Baswedan disiram air keras
Advertisement

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menilai wajar jika penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengutarakan kekecewaannya usai menjalani pemeriksaan. Tim Polri didampingi KPK melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan di KBRI Singapura, Senin (14/8) kemarin.

"Ya tidak apa-apa wajar kecewa itu sebagai manusia yang investigasi belum terungkap tuntas," kata Wakapolri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/8).

Dia mencontohkan, semua orang pasti kecewa apabila menjadi korban dan pelaku belum terungkap. "Semua bukan hanya Novel, banyak korban-korban," ujarnya.

Advertisement

Mantan Kalemdikpol ini kembali menegaskan komitmen dan keseriusan Polri mengungkap dalang di balik teror terhadap Novel. Terlebih, Polri juga dibantu oleh KPK sehingga dia menyebutkan perkembangan kasus Novel semakin maju.

"Novel sudah semakin bagus perkembangannya Anda bisa ikuti. Saya rasa keseriusan Polri, keseriusan KPK sendiri yang sudah bergabung dalam satu tim dengan Polri. Ya kita lihat hasilnya," ujarnya.

Pemeriksaan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang dilakukan di KBRI Singapura, selesai pukul 17.00 waktu setempat, Senin (14/8). Usai diperiksa, Novel mengaku kecewa terhadap proses penyidikan yang dilakukan Polri.

Advertisement

Tim Advokasi Novel yakni Alghiffari Aqsa menyebut ada beberapa hal yang membuat penyidik KPK itu kecewa. Pertama, saksi-saksi kunci dipublikasi oleh polisi. "Seharusnya polisi melindungi dan menjaga para saksi kunci, supaya memberi keterangan dengan baik dan secara aman," kata Novel ditirukan Aqsa, Senin (14/8).

Kedua, penyidik terburu-buru membuat kesimpulan sendiri. Dalam hal ini, Novel mengaitkan dengan terduga pelaku yang mengintainya beberapa hari.

"Ini terkait orang yang memata-matai saya di depan rumahnya, yang polisi sebut sebagai mata elang. Padahal banyak orang menceritakan tidak demikian dan diantara orang tersebut ada yang berupaya masuk ke rumah saya dengan berpura-pura ingin membeli gamis laki-laki," katanya.

Dia mengaku pernah diberitahu oleh anggota Densus 88 yang melakukan investigasi dan menemukan indikasi pelaku. Foto orang yang diduga pelaku tersebut dikirimkan kepada Novel. Setelah menerima itu, Novel mengirimkan foto tersebut ke adiknya untuk diperlihatkan kepada orang di sekitar lokasi kejadian.

"Hasilnya banyak orang yang mengenali foto tersebut dan mereka meyakini orang tersebut sebagai pelaku (pengintai atau eksekutor). Foto tersebut kemudian saya berikan kepada Kapolda dan Rudy (Dirkrimum Polda Metro Jaya). Kejadian sekitar tanggal 19 April 2017," jelasnya.

Kekecewaan lain, tidak diketemukannya sidik jari pada cangkir yang digunakan untuk menyiram Nocel dengan air keras. "Padahal itu bukti penting."

Novel juga kecewa lantaran penyidik kepolisian menjaga jarak dengan keluarganya serta tidak memberikan SP2HP ke keluarga.

Baca juga:
KPK tak tahu sketsa penyerang Novel dibawa atau tidak ke Singapura
Polisi ajukan 20 pertanyaan ke Novel Baswedan
Usai diperiksa, Novel Baswedan ungkapkan kekecewaannya
Diperiksa polisi di Singapura, Novel didampingi 3 orang kuasa hukum
Polri evaluasi hasil pemeriksaan Novel Baswedan di Singapura

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.