Wagub Bali Sebut, Banyak Perempuan dan Anak Menanggung Beban Akibat Pandemi Covid-19
Ia juga menyinggung pentingnya upaya penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal ini menurutnya sangat penting karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah kelompok perempuan dan anak.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan, kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi bagian dari program pemulihan Bali yang tengah diupayakan pemerintah.
“Kegiatan dilaksanakan dengan pola hybrid, secara offline kami laksanakan di Bali. Sementara provinsi dan kabupaten (atau) kota se-Indonesia mengikuti secara online,” kata Menteri Ayu Bintang, dalam sambutannya di Wantilan Hotel Hyatt Regency Sanur, Rabu (16/6).
Ia juga menyinggung pentingnya upaya penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal ini menurutnya sangat penting karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah kelompok perempuan dan anak.
“Perhatian terhadap perempuan dan anak mesti menjadi prioritas karena secara umum berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM,” imbuhnya.
Khususnya, terkait perlindungan anak, ia menekankan agar pemerintah daerah mulai jenjang provinsi hingga kabupaten atau kota memperkuat keberadaan forum anak. Selain itu, ia kembali mengingatkan lima isu prioritas yang menjadi fokus pembangunan PPPA berdasarkan arahan Presiden RI.
Lima prioritas itu, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.
Sementara, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace mendukung upaya penguatan perlindungan anak dan perempuan di tengah situasi pandemi Covid-19.
Lebih jauh ia mengatakan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya di Pulau Dewata. Pandemi Covid-19, menurutnya tak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga berimbas pada bidang lain seperti ekonomi, sosial hingga keamanan.
Selain itu, di tengah situasi itu ia berpendapat bahwa perempuan dan anak adalah kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan. Apa yang disampaikannya itu didasari fakta bahwa makin banyak perempuan dan anak yang harus menanggung beban akibat dampak pandemi Covid-19, mengikuti pemberitaan yang berkembang di berbagai media, ia menyebut kelompok perempuan dan anak juga kerap menjadi sasaran tindak kriminal.
“Saya berharap, Rakornas menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya terkait penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Baca juga:
Melihat WNI Usai Jalani Isolasi di RSD Wisma Atlet
Satgas: Zona Hijau Covid-19 di Sumut Bertambah jadi Tujuh Daerah
Eijkman Akui Ada Penurunan Efikasi Vaksin Melawan Mutasi Covid-19
Kasus Positif Covid-19 Satu Kampung di Garut Bertambah jadi 53 Warga
Dokter: Perkuat Upaya Pencegahan Penularan Covid-19
Ruang Isolasi RS Rujukan Covid-19 di Kulon Progo Hampir Penuh