LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wadah pegawai KPK desak Jokowi bentuk TGPF kasus penyerangan Novel Baswedan

Dengan adanya TGPF, diharapkan ada upaya komprehensif dan sistematis dalam penuntasan kasus ini. Menurut Yudi, tak ada kata terlambat untuk membentuk TGPF walaupun kejadian telah berlangsung setahun yang lalu.

2018-06-17 16:15:00
Kasus Novel Baswedan
Advertisement

Telah satu tahun dua bulan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan berlalu. Namun sampai saat ini polisi belum berhasil menangkap pelaku penyerangan. Berulang kali Presiden Joko Widodo atau Jokowi didesak membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta(TGPF) untuk menuntaskan kasus ini.

Wadah Pegawai KPK kembali mendesak Presiden agar segera membentuk TGPF. Demikian disampaikan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo saat bersilaturahmi ke rumah Novel Baswedan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (16/6).

"Saya selaku Wadah Pegawai KPK menyampaikan permohonan kepada Presiden Indonesia dalam rangka penuntasan kasus Bang Novel untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta terdiri dari akademisi, ahli yang relevan dengan peristiwa dialami Bang Novel dan juga tokoh agama, praktisi hukum dan teman-teman kepolisian, kejaksaan dan kalau bisa dari KPK diikutsertakan," jelasnya.

Advertisement

Dengan adanya TGPF, diharapkan ada upaya komprehensif dan sistematis dalam penuntasan kasus ini. Menurut Yudi, tak ada kata terlambat untuk membentuk TGPF walaupun kejadian telah berlangsung setahun yang lalu.

"Kami tekankan tidak ada kata terlambat untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta. Walaupun sudah satu tahun dua bulan tapi tidak terlambat bagi kita karena pengungkapan kasus Novel menurut saya prioritas bagi bangsa ini," tegasnya.

Jika kasus ini dibiarkan berlarut dan tak juga diusut tuntas, maka para koruptor semakin berani menyerang pegawai KPK. Kendati demikian, tegas Yudi, pegawai KPK tak pernah takut dengan berbagai ancaman.

Advertisement

"Buktinya teman teman bisa melihat pekerjaan KPK terus berlanjut, OTT jalan terus karena bagi kami ini risiko pekerjaan," kata Yudi.

Terpenting, lanjutnya, ada perlindungan negara terhadap orang-orang yang ingin memberantas korupsi dan juga para aktivis korupsi. "Kita juga mendengar misal dari ICW ada yang pernah mendapat teror dan pelakunya enggak terungkap," ujarnya.

Yudi menambahkan jika nanti TGPF telah terbentuk, dukungan terhadap Novel dan pengusutan kasus ini tetap dikerahkan. Novel Baswedan, tegasnya, tak akan sendirian dalam menghadapi kasus ini.

"Kita tidak akan meninggalkan Bang Novel sendirian itu pertama dan kedua dengan adanya Tim Gabungan Pencari Fakta ini akan jadi titik cahaya bagi dunia Bang Novel yang sekarang gelap," tutupnya.

Baca juga:
Pegawai KPK ungkap rindu kehadiran Novel Baswedan sebagai penyidik
Di 2017, biaya pengobatan Novel Baswedan capai Rp 3,5 miliar pakai dana Kepresidenan
Novel Baswedan tagih janji Jokowi tangkap penyiram air keras
Ketua WP KPK: Kami tidak akan tinggalkan Novel Baswedan
Komnas HAM perpanjang kerja tim pemantau kasus air keras Novel Baswedan

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.