Wabah PMK Masuk Bali, Kasus Pertama Ditemukan di Gianyar
Puluhan ekor sapi yang positif PMK tersebar di tiga Kabupaten di Pulau Bali.
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku telah masuk ke Pulau Bali. Tercatat, 63 ekor sapi yang positif PMK di Bali berdasarkan hasil laboratorium.
"PMK sudah masuk ke Bali," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Dr I Wayan Sunada saat ditemui di ruangan kerjanya di Denpasar, Bali, Sabtu (2/7).
Puluhan ekor sapi yang positif PMK tersebar di tiga Kabupaten Pulau Bali. Kasus pertama ada di Kabupaten Gianyar, ada 38 kasus, Kabupaten Buleleng 21 kasus dan Kabupaten karangasem ada 4 kasus. Dari puluhan ekor sapi positif PMK tersebut, 55 ekor sapi dilakukan stamping out atau dipotong secara paksa.
Rincian, 38 ekor sapi di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, 17 ekor sapi di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, dan 4 ekor sapi di Rendang, Karangasem.
"Hanya delapan kasus yang belum kita lakukan stamping out. Yakni empat kasus di Desa Lokapaksa dan empat kasus di Rendang, Karangasem," ungkapnya.
Wabah PMK diketahui pertama kali di daerah Kabupaten Gianyar, Bali pada bulan Juni 2022. Pihaknya hingga kini belum mengetahui sumber penyebab puluhan ekor sapi tersebut terjangkit PMK. Padahal, Dinas Pertanian telah melakukan berbagai langkah pencegahan agar PMK tidak masuk ke Bali.
"Pencegahan dari pada masuknya PMK itu sudah kita lakukan. Kita sudah membuatkan biosikuriti di pelabuhan dan mobil pengangkut harus menyediakan disinfektan. Tapi yang namnya penyakit ya susah untuk dijaga," ujarnya.
Dia menambahkan, 8 ekor sapi yang positif PMK tersebut akan dimusnahkan dengan cara yang sama dalam waktu dekat. Karena, menurutnya pemotongan secara paksa ini merupakan satu-satunya cara yang paling tepat agar penyakit ini tidak merebak luas di wilayah Bali.
"Yang paling tepat adalah stamping out walaupun ternak itu sembuh nantinya tapi dia masih membawa virus itu," ujarnya.
(mdk/ray)