LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Virus Corona Mewabah, DPR Ingatkan KLB DBD Juga Perlu Penanganan Serius

Wakil Ketua Komisi IX Melky Laka Lena mengingat Pemerintah bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman penyakit di Indonesia. Selain Covid-19, ada DBD (Demam Berdarah Dengue) yang juga membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

2020-03-11 00:02:00
Virus Corona
Advertisement

Wakil Ketua Komisi IX Melky Laka Lena mengingat Pemerintah bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman penyakit di Indonesia. Selain Covid-19, ada DBD (Demam Berdarah Dengue) yang juga membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

"Kita tidak pernah bicara DBD, sudah puluhan ribu orang sakit DBD. Yang meninggal sudah seratus lebih," ujar dia, ditemui, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/3).

Dia menyampaikan pengalaman kunjungannya bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ke Nusa Tenggara Timur. Lewat kunjungan tersebut, dirinya menyaksikan secara langsung penanganan terhadap pasien DBD.

Advertisement

"Kemarin saya dengan Pak Menkes dari NTT, kami ke Sikka, Kupang. Melihat bagaimana warga itu udah kayak di barak-barak pengungsian," jelas dia.

Karena itu, penanganan serius terhadap DBD juga mesti dijalankan. Pemerintah, diharapkan tidak hanya berfokus pada Covid-19 semata.

"Kan kita mesti pikirkan DBD. Itu penyakit khas Indonesia. Corona itu penyakit impor. Jadi kita jangan terpesona dengan penyakit impor kita lupa penyakit dalam negeri," tandasnya.

Advertisement

Jangan Terlena Corona

Senada, anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah tidak cuma fokus penanganan Covid-19 alias virus corona. Sebab, penyakit demam berdarah juga masuk tingkat mengkhawatirkan.

"Kita jangan terlena dengan Covid-19 karena DBD ini juga sudah KLB kondisinya, sudah 80 lebih yang meninggal dengan kasus 14 ribu lebih, lebih banyak dari pada pasien Covid-19 dan juga korban dari Covid-19," ujar Kurniasih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).

Sehingga, Komisi IX yang menangani masalah kesehatan akan membentuk dua tim berbeda untuk melakukan supervisi terhadap KLB DBD dan Covid-19.

"Saya kira pemerintah benar-benar harus sangat serius memperhatikan kesehatan masyarakat di Indonesia dari segi macam jenis virus," kata Kurniasih.

Dia menilai, DBD akan lebih bahaya dibandingkan Corona. Sehingga pemerintah didesak untuk lebih serius menangani. Tak hanya fokus kepada Corona saja.

"Virus Dengu ini akan lebih tinggi bahayanya dibandingkan dengan virus Covid-19 tapi juga tidak boleh gampangin Covid-19 juga, jadi perlu dibikin satu kesatuan kerja menurut saya di pemerintah, dengan melibatkan sejumlah kementerian untuk handling Covid-19," kata Kurniasih.

"Tetapi kalau DBD, ini ya , mau nggak mau Kemenkes, engan jajarannya sampai ke tingkat kota kabupaten dan provinsi," jelasnya.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.