Virus Corona Masuk Indonesia, Kepulangan Warga Solo dari Luar Negeri Diperketat
Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy) memerintahkan jajarannya melakukan antisipasi. Di antaranya dengan mengecek kondisi warganya yang baru pulang dari luar negeri.
Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah mengumumkan jika dua warga terpapar virus corona atau covid-19. Dua orang tersebut masing-masing seorang wanita berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun.
Beredarnya kabar tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Solo waspada. Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy) memerintahkan jajarannya melakukan antisipasi. Di antaranya dengan mengecek kondisi warganya yang baru pulang dari luar negeri.
"Saya sudah minta Dinas Kesehatan (Dinkes) memeriksa warga yang baru pulang dari luar negeri. Saya minta harus dicek kondisinya. Saya juga minta Dinas Kesehatan membuat kajian," ujar Rudy, Senin (2/3).
Rudy menyampaikan, di Solo sudah ada sejumlah orang yang sempat diduga terinfeksi virus corona. Bahkan, lanjut dia, sudah ada yang diisolasi di RSUD dr Moewardi. Pekan lalu, lanjut dia, ada warga Korea Selatan yang mengaku terjangkit virus corona dan kemudian bunuh diri karena depresi.
Meskipun hasil pemeriksaan di RSUD dr Moewardi dinyatakan tidak ada pasien yang positif virus corona, namun ia tetap minta warga dari luar negeri ditelusuri.
"Saya minta tetap ditelusuri, dari mana saja perginya, bertemu siapa saja. Nanti dilakukan karantina mandiri atau diambil tindakan seperti apa, semua akan ditangani dinas," tandasnya.
Terkait pengawasan di Bandara Adi Soemarmo, ia mempercayakan pengawasan kepada pihak yang berwenang. Karena, menurut Rudy, bandara merupakan pintu pertama yang harus diwaspadai sebagai masuknya virus Corona.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengemukakan, antisipasi virus Corona bisa dimulai dari diri sendiri. Jika seseorang baru pulang dari luar negeri, maka harus mengevaluasi diri selama dua minggu.
"Kita bukan mencurigai, tapi waspada. Yang baru pulang dari luar negeri harus mengevaluasi suhu badan sampai dua minggu. Kalau terjadi apa-apa lapor ke fasilitas kesehatan," katanya.
Pihaknya juga minta masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya, rajin mencuci tangan dengan sabun. Selain itu masyarakat juga harus menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup.
"Virus itu menyerang daya tahan tubuh, kalau daya tahan tubuh bagus pasti bisa sembuh," tutupnya.
UNS Minta Mahasiswa dan Dosen Tunda Kunjungan ke Luar Negeri
Wabah Virus Corona (Covid-19) terus meluas hingga ke seluruh wilayah dunia. Kekhawatiran penyebaran virus mematikan itu juga terjadi di tanah air, termasuk kalangan kampus.
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Jamal Wiwoho secara tegas mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini terkait virus tersebut. Surat tersebut mengimbau kepada seluruh civitas akademik a, termasuk mahasiswa maupun dosen untuk menunda perjalanan ke luar negeri, khususnya negara negara yang terdampak corona.
"Kami mengeluarkan surat tertanggal 29 Februari 2020 terkait perjalanan ke luar negeri. Kalau ada rencana perjalanan ke luar negeri yang sangat penting dan harus dilakukan, maka harus memperoleh izin tertulis rektor atau pejabat lain yang ditunjuk rektor," ujar Jamal kepada wartawan, Senin (2/3).
Jamal menyebut, pada akhir Februari dan awal Maret, ada beberapa dosen dan mahasiswa yang akan menempuh perjalanan ke luar negeri. Namun dengan situasi terkini yang berkembang, pihaknya mengambil langkah untuk sementara agar ditunda.
"Himbauan ini berlaku 14 hari sambil kita lihat perkembangannya. Ini mengacu pengumuman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," katanya.
Menurut Jamal, sejumlah dosen memang diminta menunda perjalanannya. Mereka antara lain akan presentasi ke Jepang, Thailand, dan beberapa negara lainnya. Menurutnya, ada beberapa mahasiswa juga, namun untuk sementara tidak diberangkat dulu.
Sedangkan untuk civitas akademika yang baru saja pulang dari luar negeri, terutama negara China, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda, Jamal minta mereka membatasi interaksi terlebih dahulu dengan civitas akademika lainnya.
Jika dalam waktu 14 hari sejak kepulangan kemudian merasakan demam, batuk, pilek, sesak nafas, serta gejala lainnya, diminta segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) UNS atau RSUD Dr Moewardi, Solo.
"Kami juga menghimbau agar kita selalu melakukan perilaku hidup sehat. Misalnya dengan lebih sering mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh," katanya lagi.
Yang tak kalah penting, lanjut Jamal, adalah meminimalisir kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan. Pihaknya meminta agar semua bisa melindungi diri dan lingkungan dengan memakai masker. Serta mengurangi interaksi dengan sivitas akademika lainnya maupun anggota keluarga bagi yang mengalami gejala gejala influenza.
Selain itu, pihaknya juga minta seluruh unit kerja di UNS juga aktif melakukan kewaspadaan influenza, termasuk Covid-19, dan SARS. Di antaranya melalui penyebaran literasi kesehatan tanpa membuat panik, menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun atau hand rub berbasis alkohol di setiap ruangan atau tempat strategis.
"Cleaning service juga kami minta lebih sering membersihkan tempat yang menjadi pegangan tangan. Seperti meja, gagang pintu, papan tombol lift, rel tangga, serta tempat lainnya dengan disinfektan sesuai standar WHO," pungkas Jamal.
(mdk/gil)