Viral Warga Garut Dianiaya Bersama Ibunya, Rumah Dibobol dan Dirusak
Warganet dihebohkan dengan video berdurasi 1 menit 12 detik di akun TikTok @aaabiiit. Pengunggah menyatakan video itu terkait penganiayaan terhadapnya dan ibunya serta pembobolan rumah mereka di wilayah Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Warganet dihebohkan dengan video berdurasi 1 menit 12 detik di akun TikTok @aaabiiit. Pengunggah menyatakan video itu terkait penganiayaan terhadapnya dan ibunya serta pembobolan rumah mereka di wilayah Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam video tersebut, sang pengunggah memberi keterangan "Malem paling kelam seumur hidup, rumah dibantai 3 orang laki-laki". Di TikTok, video itu ditonton jutaan kali dan dikomentari lebih dari 35 ribu warganet.
Sang pengunggah awalnya memperlihatkan dirinya bersama ibunya di kantor polisi. Setelahnya, ia memperlihatkan rekaman aksi para pelaku yang terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari.
Pelaku Membuat Gaduh dalam Rumah
Di akun Instagram @aaabiiit, sang pengunggah bercerita bahwa kejadian tersebut berawal saat ia sedang tidur di dalam rumahnya. Saat itu, ia kemudian merekam aksi para pelaku yang sedang ada di dalam rumah dan membuat gaduh karena suara bantingan benda pecah belah dan pukulan ke sejumlah barang.
Pengunggah video juga sempat terlihat takut dalam video. Dalam ketengan video lanjutan, ia menulis bahwa rumahnya dibobol tiga laki-laki pukul 1 malam dan di rumahnya hanya ada dirinya dan ibunya di kamar masing-masing.
Pengunggah menjelaskan bahwa dirinya merekam video tersebut menggunakan aplikasi perpesanan sehingga bisa langsung terkirim. Ia juga sempat memperlihatkan telepon genggam miliknya sudah sudah dirusak para pelaku.
"Ini aku yang ngevideo in lewat wa dan untung kekirim langsung ke wa, krn hp aku lsg di hancurin krn sebagai barang bukti terkuat," tulisnya lagi.
Polisi Sudah Lakukan Proses Penyelidikan
Saat aksi tersebut terjadi, pemilik akun mengaku sempat berteriak untuk minta tolong, namun tidak ada yang mendengar karena posisi rumah cukup jauh dari tetangga yang lainnya. Ia juga sempat memperlihatkan luka lebam yang adai di bagian wajahnya dan ibunya.
Dalam pengakuannya, ia bersama ibunya dianiaya dengan cara dicekik, kepalanya dibenturkan ke lemari, rambutnya dijambak, diseret, ditendang, bahkan diancam akan dibunuh. Di akhir video ia memperlihatkan kerusakan sejumlah bagian rumah, mulai jendela hingga perlengkapan rumah.
Terkait video yang viral itu, Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan. "Ya. Sudah ditangani, dalam proses," ujar Wirdhanto saat dihubungi wartawan, Kamis (24/3).
(mdk/yan)