LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Viral Santri Diduga Dianiaya Senior, Ini Penjelasan Ponpes di Banyuasin

Seorang santri Pondok Pesantren Izzatuna Banyuasin, Sumatera Selatan, FTM (12), diduga dianiaya seniornya, NA (17). Pihak yayasan pun memberikan penjelasan terkait kejadian yang viral di media sosial itu.

2022-10-24 23:30:00
Kekerasan di Sekolah
Advertisement

Seorang santri Pondok Pesantren Izzatuna Banyuasin, Sumatera Selatan, FTM (12), diduga dianiaya seniornya, NA (17). Pihak yayasan pun memberikan penjelasan terkait kejadian yang viral di media sosial itu.

Ketua Yayasan Izzatuna Muhammad Kosasi menyatakan tidak ada kekerasan yang dilakukan santrinya, terlebih menyebabkan korban terluka parah. Yayasan telah meminta keterangan NA dan beberapa santri lainnya setelah menerima laporan keributan di salah satu kamar asrama santri.

"Tidak ada kekerasan itu, sudah kami konfirmasi ke NA dan yang lainnya," ungkap Kosasi, Senin (24/10).

Advertisement

Hanya Tarik Kerah Baju

Dari pengakuan NA, dirinya hanya mencengkeram kerah baju korban, bukan melakukan pemukulan. Peristiwa itu terjadi pada 7 Agustus 2022 lalu.

Dari keributan itu, wali asrama bersama pengasuh melakukan musyawarah dan memberikan teguran lisan kepada NA serta memindahkan ke kamar lain agar peristiwa serupa tak lagi terulang.

Advertisement

Kemudian, pada 18 Oktober 2022, FTM dijemput orang tuanya dengan alasan sakit perut. Setelah itu, orang tuanya menghubungi wali asrama untuk menanyakan kenapa anaknya sakit perut dan sering muntah setelah makan.

"Orang tuanya bilang anaknya pernah ribut di kamar dengan NA. Kami nyatakan tidak ada kejadian apa pun saat dia minta izin pamit pulang," ujarnya.

Kemudian pada 20 Oktober 2022, yayasan mengajak NA dan walinya membesuk FTM di rumah sakit. Ketika itu, terjadi kesepakatan untuk berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami kaget ketika mengetahui kasus ini menjadi viral, padahal sudah ada mediasi antara mereka yang ditengahi pesantren," kata dia.

Sebut Sudah Berdamai

Kuasa Hukum orangtua NA, Novel Suwa menyebut, anak kliennya baru pindah ke pesantren itu sehingga ditempatkan di kamar anak SMP sebelum mendapatkan kamar permanen. Dia mengakui terjadi keributan antara FTM dan NA pada 7 Agustus 2022.

"Ada keributan biasa seperti persoalan kain dan persoalan lainnya sehingga terjadilah perkelahian. Tapi itu sudah lama, sekarang baru viral, itu yang kami sayangkan," kata dia.

"Apalagi masalah ini sudah berdamai, sudah saling memaafkan, anak klien saya juga sudah meminta maaf," sambungnya.

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.