Viral Petugas Kebersihan Kecewa Sampah Berserakan di Titik Nol IKN
Petugas kebersihan dibikin kesal dengan sampah yang mengotori area titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Petugas mewanti-wanti semua pihak agar menjaga kebersihan, tidak terkecuali pejabat pemerintah.
Petugas kebersihan dibikin kesal dengan sampah yang mengotori area titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Petugas mewanti-wanti semua pihak agar menjaga kebersihan, tidak terkecuali pejabat pemerintah.
Aktivitas petugas memunguti sampah itu menjadi viral. Dari salinan video berdurasi 50 detik yang diterima merdeka.com, area titik nol tampak dikotori sampah.
"Untuk kalian para pengunjung ataupun tamu dari pemerintahan, tanggung jawab apa kayak (seperti) gini ini? Sampah berserakan kalian buang sembarangan," kata petugas yang memunguti sampah itu seperti dikutip merdeka.com, Rabu (6/4).
Minta Jaga Lingkungan
Petugas itu meminta kesadaran semua pihak untuk menjaga lingkungan. "Kami sebagai apa di sini Pak? Kita nggak tahu apa-apa di sini Pak, cuma munguti sampah kalian saja. Sumpah kalian itu luar biasa. Terus kayak (seperti) gini siapa yang bertanggung jawab? Di mana sisi kemanusiaan kalian atas kesadaran kalian terhadap lingkungan? Tidak ada!" seru petugas itu.
Masih disampaikan petugas itu, pernyataannya ditujukan bagi semua orang yang datang ke area titik nol IKN Nusantara.
"Mau sampean pejabat negara kah atau sampean siapa? Kalau kelakuan sampean kayak gini mau jadi apa negara kita Pak? Hati-hati dalam menjaga lingkungan Pak, dampaknya sangat besar. Terimakasih," tutup petugas itu mengakhiri.
Petugas Rutin Patroli
Dikonfirmasi merdeka.com, Sekretaris Camat Sepaku Adi Kustaman membenarkan isi video itu. Petugas yang membersihkan area titik nol dimaksud adalah dari perusahaan PT ITCI Hutani Manunggal (IHM), mengingat area titik nol ada di kawasan PT IHM.
"Petugas itu memang rutin patroli. Cuma belakangan ini, pekerjaan mereka bertambah. Sebenarnya tidak sekesal yang ada, itu spontanitas. Bentuk rasa kecewa saja. Mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi semua," kata Adi.
Adi menerangkan, setelah kunjungan Presiden Joko Widodo yang sempat melakukan ritual penyatuan air dan tanah dari 34 provinsi, masyarakat memang antusias berkunjung ke titik nol IKN.
"Baik dari Kaltim sendiri, maupun warga dari Papua, Palu, dan bahkan dari Aceh. Ini menunjukkan dukungan masyarakat kepada pemerintah pusat atas pemindahan ibu kota negara," ujarnya.
Adi memastikan area titik nol juga telah dipasang papan imbauan agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
(mdk/yan)