VIDEO: Kader Partai Kabah Marah Suruh Rommy Tobat, Bahaya Obral Kursi Ketum PPP Bisa Kualat!
Manuver politik Muhammad Romahurmuziy (Rommy) menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada September 2025 mendatang mendapat kritik tajam
Manuver politik Muhammad Romahurmuziy (Rommy) menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada September 2025 mendatang mendapat kritik tajam dari sejumlah kader.
Langkah Rommy dinilai merusak marwah PPP karena mengeksploitasi partai dengan cara menawarkan jabatan Ketua Umum ke sejumlah pihak.
Ketua DPC PPP Jakarta Timur, Ahmad Rifa'i, secara tegas menyuarakan kekecewaannya atas langkah-langkah Rommy yang menjadikan partai seperti barang dagangan.
"Malu rasanya mendengar PPP didagangin Rommy. Seolah-olah Partai Ulama ini hanya jadi komoditas jualan, diobral kemana-mana. Mestinya Rommy tobat nasuha agar tidak lagi menjadi azab bagi PPP. Jangan ganggu PPP kalau tidak ingin kualat dengan warisan para Ulama."
Rifa'i mengungkapkan kekecewaannya bermula sejak Pemilu 2019, ketika Rommy yang saat itu menjabat Ketua Umum PPP tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap jual beli jabatan.