Video Ahok minta maaf muncul di TMC, ini penjelasan Polda Metro
Video Ahok minta maaf muncul di TMC, ini penjelasan Polda Metro. Awi meminta masyarakat tidak mempermasalahkan terkait tayangan tersebut. Hal ini karena banyak tayangan video yang lainnya dan sering diunggah oleh akun TMC.
Permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendadak muncul di akun Twitter resmi milik Polda Metro Jaya, TMC Polda Jaya. Permohonan maaf tersebut terkait pernyataannya soal Surah Al Maidah ayat 51 yang menjadi kontroversi.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, hal tersebut bukan sesuatu yang salah. Menurut Kombes Awi, tayangan video Ahok minta maaf itu bukan berita eksklusif.
"Tidak apa-apa. Kan berita itu bukan berita eksklusif. TMC itu juga kepanjangan Polda Metro Jaya," kata Awi ketika dikonfirmasi, Senin (10/10).
Menurut Awi, akun TMC terkait informasi-informasi kepada masyarakat, termasuk permohonan maaf Ahok. "Kami memanfaatkan itu untuk menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat," ujarnya.
Dalam hal ini, Awi meminta masyarakat tidak mempermasalahkan terkait tayangan tersebut. Hal ini karena banyak tayangan video yang lainnya dan sering diunggah oleh akun TMC.
"Kemarin Pak Kapolda ke kiai-kiai dan para ulama untuk meredam situasi ini agar dingin permasalahannya kami share juga nggak ada yang ribut. Kemudian terkait pemberitaan-pemberitaan yang ada kan sekarang masih hangat terkait hal tersebut ya kita sampaikan saja. Kecuali kalau wawancara eksklusif sama Pak Ahok terus nggak ada yang memberitakan. Lah wong ini semua media memberitakan. Sekarang saya tanya berita itu kan semua media ada," bebernya.
Lebih lanjut Awi membantah kalau hal tersebut adanya unsur politis. Bahkan dia kembali menyampaikan, permasalahan lainnya yang tidak terkait dengan lalu lintas sering diberitakan di akun tersebut.
"Itu kan memberitakan kepada masyarakat. Pak Ahok bilang gini, pak kiai bilang gini, ada yang salah? Nggak ada kan. Karena itu media publik. Orang hilang kita share, jembatan roboh kita share juga kan. Nggak ada kita muatan muatan politik. Kecuali kalau berita ini eksklusif, kan seluruh media tahu. Kan tidak ada yang disembunyikan kan," pungkasnya.