LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Vicky Burki sering kesal Pole Dance dianggap striptis

Instruktur aerobik kawakan ini ternyata salah satu orang yang membawa seni olahraga Pole Dance masuk ke Indonesia.

2013-11-25 06:30:00
pole dance
Advertisement

Siapa yang tak kenal dengan Vicky Burki? Instruktur aerobik kawakan Indonesia ini ternyata termasuk salah satu orang yang membawa seni olahraga Pole Dance masuk ke Indonesia. Menurut dia, seni olahraga di tiang besi ini pertama kali dipopulerkan oleh orang Kanada sekitar tahun 1990.

"Ya sejarah Pole Dance sebenernya panjang lebar ya. Orang yang pertama kali membawa itu orang Kanada, tapi namanya Vicky lupa siapa, era 90-an gitu lah. Dia pertama membawa itu dari striper, striptis, lalu dia akhirnya membawakan itu dengan Pole Fitness. Lalu Pole Dance itu dia kembangkan lagi, dia bikin semua wanita-wanita dewasa cantik badannya, jadi keren, membentuk badan. Pokoknya yang gembyar-gembyor itu bisa ilang dengan Pole Fitness dan Dance itu," kata Vicky saat ditemui merdeka.com di Junko Academy, Bangka Festive Plaza, Jakarta Selatan, Jumat (22/11).

Vicky menjelaskan, setelah era 90-an itu makin banyak Pole Dance yang divariasikan dalam bentuk yang bermacam-macam. Pole Dance ada beberapa macam seperti Pole Sport, Pole Art, dan Pole Fitness. Bahkan kata dia, ada pula Pole Dance khusus untuk orang-orang yang invalid, misalnya orang yang tak mempunyai tangan.

"Jadi kalau untuk sekarang juga Pole itu udah mendunia. Ada International Pole Championship, ada International Pole Dance. Jadi antara Pole Dance, Pole Sport, Pole Art, mereka itu punya kriteria yang beda-beda dengan jurinya tiap tahun juga beda-beda dari seluruh dunia. Kalau mau bikin (kompetisi) di Indonesia mungkin orang yang masih, apa ya, masih menganggap negatif meski mungkin udah nggak negatif banget," ujar wanita berusia 48 tahun ini.

Wanita yang pernah menjadi Ratu Aerobik se-Asia tahun 1988 ini mengaku baru mempelajari Pole Dance tersebut lebih kurang hanya sekitar enam bulan saja saat dirinya berada di Canberra, Australia. Meskipun dia telah membawanya ke Indonesia, tak sedikit orang-orang kebanyakan masih menganggap Pole Dance adalah olahraga yang berkonotasi negatif. Menurutnya Pole Dance adalah sesuatu seni olahraga untuk wanita.

"Jadi banyak juga yang nanya sama Vicky, "Oh, sekarang Vicky ikut Pole Dance juga ya?", Vicky jawab aja, "Yaa gitu deh,". Tapi kan yang penting bisa bikin tubuh elo jadi seksi, jadi lebih pede. Yang tadinya badan elo yang gembyar-gembyor tapi sekarang bisa kenceng. Jadi sebenernya kalau masih ada anggapan negatif tentang itu Vicky sebenernya males juga ya mbahas ini panjang lebar sama orang. Soalnya percuma juga dijelasin nggak ngerti-ngerti, tetap aja dengan pemikirannya kalau Pole itu kayak gitu," paparnya.

"Ada lagi kalau misalnya tetep ada yang bilang Pole Dance itu striptis, ya boleh. Itu tergantung kita kan, kita mau bikin tiang itu jadi apa. Jadi ya kembali lagi, kalau Vicky di luar pengertian Pole Dance orang kebanyakan tuh ya Vicky seneng aja. Karena itu emang nyata banget keliatan dari murid-murid Vicky yang udah ikut," tambahnya.

Menurut Vicky, Pole Dance sangat banyak manfaatnya untuk wanita. Selain olahraga untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh, Pole Dance bisa meningkatkan kepercayaan diri pada wanita. Apalagi di dalam Pole Dance juga mengajarkan koreografi yang bisa meningkatkan kreatifitas untuk membuat gerakan-gerakan bebas yang disukai.

"Kalau Vicky gini aja, mending elo dateng deh ke studio gue terus elo liat latian mereka. Mereka-mereka yang ikut itu tadinya kan juga mikirnya ini itu gimana, tapi setelah mereka lakukan sendiri baru kerasa ternyata emang mereka kerasa beneran, ada hasilnya gitu. Mereka juga jadi lebih pede, mereka ngerasa badan mereka jauh lebih kenceng, ya terbukti memang hasilnya berarti ada. Dan Pole ini juga ada Sense of Art-nya, bagaimana kita bisa menjadikan satu tiang itu yang benda mati cuma tiang doang tapi kita harus bisa memainkan tarian movement gerakan-gerakan di tiang itu sendiri. Mau manjat, kaki disana, kepala disitu. Jadi kita bisa bikin bermacam-macam gerakan yang kita semau kita," ujarnya.

"Rata-rata kan yang ikut tuh malah udah pada punya anak tiga tuh, mereka yang rata-rata belum pernah nyobain ngoceh takut ini itu nggak bisa ini itu nanti, anak gue udah tiga segala macem. Jangan terlalu banyak teori deh, don't think to much, just do! Gitu aja sih," kata Vicky yang juga menjadi Instruktur Senior di Junko Academy ini.

Selain belajar Pole Dance di Canberra, Vicky juga mengaku selalu melatihnya sendiri secara otodidak. Meskipun masih ada saja orang yang memandang sebelah mata, dia tetap merasa puas dan bangga lantaran olahraga tersebut sudah makin banyak peminatnya, terutama saat ini. Vicky pun berharap suatu saat nanti salah satu dari muridnya ada yang bisa mengikuti kompetisi Pole Dance dunia dan bisa mengharumkan nama Indonesia khususnya di bidang olahraga.

"Vicky seneng, apa yang bisa Vicky pelajari disana, Vicky bisa bawa kesini, dan ternyata emang ada hasilnya. Pada akhirnya makin kesini makin banyak orang yang lebih mengerti, punya pemahaman ternyata Pole itu konotasinya nggak negatif, Pole itu bagus banget. Ya untuk kesehatan, untuk lebih confidence, untuk keindahan, untuk art. Ya terakhir, Vicky berharapnya moga-moga ada salah satu murid Vicky yang bisa ikut International Pole Championship. Mudah-mudahan. Mengharumkan nama dong, Indonesia mesti ada dong. Vicky pengen ada orang dari Indonesia yang bisa go international untuk ikut kompetisi. Ya, mudah-mudahan lah ya," imbuhnya sembari tersenyum.

Baca juga:
Berapa biaya latihan pole dance bersama Vicky Burki di Jakarta?
Pole Dance bisa bikin hubungan suami istri lebih greng
Pole Dance, seni olahraga atau tarian striptis?

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.