Usut penjambretan penumpang ojek online, polisi datangi residivis kasus serupa
Ia mengakui kesulitan mengungkap kasus lantaran wajah pelaku yang terekam kamera pengawas saat kejadian tidak terlalu jelas.
Polsek Cempaka Putih membuka kembali file residivis kasus penjambretan. Hal itu untuk menyelidiki kasus penjambretan yang menewaskan Warsilah (37), seorang penumpang ojek online.
"Intinya (kasus penjambretan ini) lagi lidik. Kita lagi kumpulin orang-orang, mantan jambret yang LP-nya ada, kita datangi semua ini," kata Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana saat dihubungi, Selasa (3/7).
Ia mengakui kesulitan mengungkap kasus lantaran wajah pelaku yang terekam kamera pengawas saat kejadian tidak terlalu jelas.
Untuk itu, kata Rosiana, polisi mencari cara lain untuk bisa mengungkap pelaku merampas barang milik penumpang driver Gojek hingga tersungkur dari sepeda motor.
"Kalau dari CCTV kan, mukanya tertutup rapat dengan helm. Tapi kita tetap berusaha lidik. Lagi cari info sebanyak-banyaknya," kata Rosiana.
Selain itu, Rosiana tak menampik bila pelaku penjambretan di jalan raya kerap mengubah dandanan sepeda motor yang dipakai, agar tak mudah terdeteksi aparat polisi.
"Nah kalau penjambret itu kan cepat mengubah ciri-ciri kendaraannya. Yang kejadian dulu-dulu itu seperti itu. Nanti kalau (kendaraannya diganti) baru main (menjambret) lagi."
Sebelumnya, Warsilah meregang nyawa usai mencoba mempertahankan tasnya yang dijambret pelaku. Ia dijambret ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (2/7) dengan menumpang ojek online.
Baca juga:
Polisi kesulitan ungkap jambret yang tewaskan pelanggan ojek online
4 Komplotan jambret Tenda Orange Teluk Gong dibekuk, 1 tewas ditembak
Fakta-fakta mencengangkan dari komplotan penjambret Dirjen PUPR
Ketua DPR desak Polri gelar operasi sikat penjambret jelang Asian Games
Terjatuh usai dijambret, penumpang ojek online tewas
Polisi bedil spesialis jambret turis di Kuta Bali
Polisi masih kejar big bos sindikat penjambret Dirjen Bina Konstruksi PUPR