Usut pembantai keluarga Tasir, polisi periksa 4 saksi
Polisi mengatakan perlu melakukan olah TKP berulang-ulang buat mencari petunjuk.
Polda Sumsel dan Polres Banyuasin terus menyelidiki kasus pembantaian Tasir (65) beserta istri dan empat anaknya, yang mayatnya ditemukan di anak Sungai Musi selama empat hari berturut-turut. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa empat warga sebagai saksi.
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga mengungkapkan, para saksi diperiksa secara maraton sejak dua hari terakhir. Namun, dia enggan menyebutkan identitas dan status saksi yang diperiksa, termasuk lokasi pemeriksaan.
"Kemarin dua orang, hari ini dua juga, totalnya sudah empat yang kita periksa sebagai saksi," kata Silitonga, Selasa (17/5).
Menurut Silitonga, polisi harus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berulang-ulang di lokasi. Hal ini perlu dilakukan buat mencari alat bukti dan fakta baru buat mengungkap pembantai keluarga asal Jawa itu.
"Memang harus begitu sampai menemukan sesuatu yang diinginkan. Yang pastinya, tim harus bergerak cepat mengungkapnya," ujar Silitonga.
Seperti diketahui, warga Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan, dalam empat hari terakhir dihebohkan dengan penemuan lima mayat yang mengapung di anak Sungai Musi. Setelah diselidiki, para korban merupakan satu keluarga.
Mereka adalah Tasir bin Sarat (65), Topiah (60), Kartini binti Tasir (37), Winarti binti Tasir (14), dan Ariyam binti Tasir (6). Semuanya tinggal di Jalur 16, Desa Indrapura, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin.
Untuk pertama kali, warga menemukan sepasang mayat laki-laki dan perempuan di dalam dua karung yang hanyut di sungai Jalur 14, Desa Sungai Betet, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, Jumat (13/5) siang.
Keesokan harinya, saat menyisir sungai untuk mencari barang bukti, petugas kembali menemukan mayat berjenis kelamin perempuan, Sabtu (14/5) siang. Mayat dengan kaki dan tangan sudah terpotong itu itu ditemukan sekitar 3 km dari penemuan pertama.
Lagi-lagi, warga dikagetkan dengan penemuan mayat di perairan Sungai Betet, Kecamatan Muara Sugihan, Minggu (15/5) pagi. Terakhir, warga mendapati sesosok mayat lagi di Jalur 23, Cahaya Kenten, Kecamatan Muara Sugihan, Senin (16/5) pagi.
Baca juga:
Dalam 4 hari, ditemukan 5 mayat mengapung di anak Sungai Musi
5 Mayat mengapung di anak Sungai Musi merupakan satu keluarga
Mayat satu keluarga mengapung di anak Sungai Musi korban perampokan
Nyawa Tasir dan keluarga berakhir di tangan perampok