LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Usia uzur, Jembatan Mojo di atas Bengawan Solo bahayakan pengguna jalan

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Yulistianto menilai jembatan Mojo perlu dan layak untuk dibangun ulang. Menurutnya jembatan yang dibangun tahun 1985 tersebut mengalami penurunan kekuatan.

2017-11-18 02:35:00
Sungai Bengawan Solo
Advertisement

Jembatan Mojo yang merupakan salah satu jembatan yang ada di atas aliran Sungai Bengawan Solo sudah termakan usia. Dampaknya, kekuatan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dengan Kota Solo itu, menurun drastis.

Ditambah volume kendaraan yang melintas, semakin hari semakin naik. Sehingga jika tak segera dilakukan perawatan atau direnovasi, bisa membahayakan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Yulistianto menilai jembatan Mojo perlu dan layak untuk dibangun ulang. Menurutnya jembatan yang dibangun tahun 1985 tersebut mengalami penurunan kekuatan. Selama ini belum pernah dilakukan renovasi total. Hanya sebatas perbaikan penguatan plat girder (besi yang membentang sepanjang jembatan).

"Selama ini hanya perawatan saja. Padahal kondisinya membutuhkan perbaikan secara menyeluruh," katanya, Jumat (17/11).

Budi mengemukakan, Pemkot Solo segera mengajukan bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk pembangunan jembatan Mojo. Dia memperkirakan ada 30 persen bagian jembatan yang perlu dirawat. Meski dari sisi fisik jembatan yang berada di jalan Kyai Mojo, Semanggi Solo itu terlihat baik.

"Perbaikan wajib dilaksanakan karena beban kendaraan yang melewati jembatan sudah tidak dapat terukur.
Kita sudah berencana mengatur tonase kendaraan yang melintas di jembatan tersebut," katanya.

Karena anggaran dari APBD Kota Solo terbatas dan hanya untuk pemeliharaan saja, pihaknya akan mengajukan anggaran ke Provinsi Jawa Tengah. Apalagi jembatan tersebut juga menghubungkan dua daerah.

Namun rencana membatasi kendaraan yang melintas Jembatan Mojo belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, Pemkot masih menunggu hasil commisioning (pemeriksaan dan uji teknis) jembatan Mojo oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu PR).

"Commisioning dilakukan usai proyek perbaikan jembatan dikerjakan Pemkot. Proses perbaikan kemarin hanya pengencangan rangka baja, perbaikan pilar dan abutmen dan perbaikan pelat lantai jembatan," jelas Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Solo, Joko Supriyanto.

Joko menambahkan, surat tersebut berisi hasil identifikasi sejumlah kerusakan jembatan yang menghubung wilayah Solo dengan Kabupaten Sukoharjo. Termasuk kerusakan sejumlah plat lantai pada jembatan tulang baja yang dimilik Pemkot.

"Surat yang dikirimkan berisi permohonan rekomendasi dari Pusjatan terkait rencana pembatasan beban kendaraan yang melintas. Jika rekomendasi Pusjatan mengharuskan dibatasi maka jembatan Mojo akan dipasang portal sesuai dengan beban yang direkomendasikan," jelasnya.

Baca juga:
Minim akses, warga lintasi jembatan reyot di atas Bengawan Solo
Dinas PU Tangsel bantah Jembatan Pesona Serpong ambruk
Konstruksi jembatan senilai Rp 2 miliar di Pesona Serpong hanyut diterjang banjir
Jembatan Tol Bocimi ambruk, tewaskan satu orang
Jembatan di Rawageni Depok ambles dilewati truk kelebihan muatan

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.