LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Usai ziarah, Ahok klaim tak mau buat Bung Karno sedih

Usai ziarah, Ahok tak ingin buat Bung Karno sedih. Ahok berharap setiap pemimpin tak terkecuali kepala daerah mampu menerapkan ajaran dari Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara. "Aura ini, semangat ini harus ada di semua kepala daerah, Pasti negara ini akan maju," tegas Ahok.

2016-10-10 15:58:07
Ahok-Djarot
Advertisement

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Usai melakukan ziarah, Ahok menyatakan kekagumannya dengan sosok Bung Karno yang mampu menerapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Dia mengatakan, lewat Pancasila, Bung Karno menjadi seorang pemimpin yang tak membeda-bedakan manusia. Pancasila mengajarkan untuk saling bertoleransi.

"Ketika melahirkan Pancasila ini Bung Karno luar biasa. Bisa kombinasikan, sempat pertama kali merdeka kan bangsa kita masih ribut nih, seolah orang beragama tidak boleh ikut taat Pancasila sebagai ideologi. Padahal Bung Karno melahirkan ini, Bung Karno orang sangat beriman. Yang ngerti sekali menggabungkan, kalau di Islam itu, Habluminallah, Habluminannas," kata Ahok di Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Senin (10/10).

Lewat ziarah tersebut, Ahok berharap setiap pemimpin tak terkecuali kepala daerah dapat mampu menerapkan ajaran dari Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara.

"Aura ini, semangat ini harus ada di semua kepala daerah. Kita harus bisa mengamalkan Pancasila ini sebagai ideologi dasar kita. Pasti negara ini akan maju," tegasnya.

Sementara, saat ditanya maksud kedatangannya sekaligus meminta restu, dia membantahnya. Ahok mengatakan, kedatangannya ingin menyerap semangat Bung Karno yang mengagungkan Pancasila.

"Kita enggak bilang, minta restu. Yang penting kita mau ziarah. Semua kepala daerah komit. Bahwa Pancasila sudah dilahirkan, kita semua kepala daerah harus mengamalkan, jadi contoh teladan," katanya.

"Kalau enggak, sia-sia dong. Bung Karno sedih dong. Istilahnya, kalau orangtua nangis, jika anak-anaknya tidak patuh. Bisa nangis di kuburan, istilahnya kalau di kampung saya gitu," sambungnya.

Lebih jauh, mantan Bupati Belitung Timur ini bercerita sebenarnya telah lama ingin berziarah ke Makam Bung Karno. Keinginan tersebut ia utarakan ke wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

"Saya bilang ke Mas Djarot, kan mas Djarot 10 tahun jadi Wali Kota (Blitar). Mas saya lihat kampungnya dong. Orang ini hebat soalnya. APBD sedikit, bisa pembangunannya banyak. Rumah sakit kayak swasta, perpustakaan, macam-macam. Aku lihat deh. Pas cerita itu, Ibu Mega dengar. (katanya) bareng aja deh ikut," katanya.

Baca juga:
Ziarah ke makam Bung Karno, Megawati dan Ahok disambut Risma
Mega sebut 2 lawan Ahok-Djarot tak punya bukti mampu memperbaiki DKI
Ikut PDIP ziarah, Ahok ngaku belum pernah lihat makam Bung Karno
Ahok dan Djarot ikut Megawati ziarah ke Makam Bung Karno
Soal polemik surat Al Maidah, Ahok tak ingin warga bimbang memilih
PDIP ajak cagub-cawagub yang diusung ziarah ke Makam Bung Karno
MUI minta warga Jakarta tak terprovokasi isu SARA selama Pilgub

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.