LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Usai sita buku The Missing Link G30S, polisi perketat penjualan buku

Selain buku, pengawasan juga dilakukan terhadap peredaran atribut bergambar atau berlogo paham komunisme.

2016-05-14 14:21:44
Komunisme
Advertisement

Meski Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum tak bersikap berlebihan dalam menyikapi simbol-simbol berbau komunisme, Polres Sukoharjo justru semakin memperketat pengawasan dan penjualan buku di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil setelah polisi menemukan dan menyita empat eksemplar buku The Missing Link G 30 S yang dinilai berbau unsur komunisme.

"Temuan kemarin itu harus kita jadikan acuan untuk meningkatkan pengawasan. Kami sudah memerintahkan seluruh kapolsek di Sukoharjo untuk melakukan pengawasan dan penyisiran," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai kepada merdeka.com, Sabtu (14/5).

Selain buku, pengawasan juga dilakukan terhadap peredaran atribut bergambar atau berlogo paham komunisme. Dia menginstruksikan anggotanya untuk proaktif untuk mengumpulkan barang-barang yang berkaitan dengan unsur komunisme.

Advertisement

"Sosialisasi juga kami lakukan kepada masyarakat, sekolah dan kampus, terutama soal nasionalisme," katanya.

Terkait temuan buku dengan sub judul Misteri Sjam Kemaruzzaman & Biro Chusus PKI di sebuah toko swalayan di Desa Gentan, Kecamatan Baki tersebut, Andy mengaku belum mengambil tindakan lanjutan. Apalagi membawa penjual dan penerbit ke ranah hukum.

"Kami baru menyita 4 buku itu saja sebagai barang bukti. Belum ada tindakan lanjutan, baik ke tokonya atau penerbitnya," kata Andy.

Advertisement

Penyitaan buku The Missing Link G 30 S pekan lalu, lanjut Andy, berkat adanya laporan masyarakat. Pihaknya langsung menerjunkan petugas dari Polsek Baki untuk mengecek dan kemudian langsung menyita keberadaan buku tersebut.

"Buku tersebut memang tidak mengajarkan doktrin komunisme atau ajaran Partai Komunis Indonesia (PKI), tapi tetap mendapat perhatian serius," ucapnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.