Usai santap makanan di hajatan Suharto, 23 warga Rongkop keracunan
Usai santap makanan di hajatan Suharto, 23 warga Rongkop keracunan. Puluhan warga Semugih ini keracunan makanan setelah menghadiri undangan hajatan supitan di rumah salah seorang warga bernama Suharto pada Kamis (4/5) malam. Para warga mengeluh merasa mual, pusing dan diare beberapa jam paska mengonsumsi makanan.
Puluhan warga Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, mengalami keracunan makanan. Akibatnya, puluhan warga ini harus dirawat di Puskesmas Rongkop pada Kamis (4/5) hingga Jumat (5/5) pagi.
Puluhan warga Semugih ini keracunan makanan setelah menghadiri undangan hajatan supitan di rumah salah seorang warga bernama Suharto pada Kamis (4/5) malam. Para warga mengeluh merasa mual, pusing dan diare beberapa jam paska mengonsumsi makanan di tempat Suharto.
Seorang warga yang keracunan, Endah Kirana (30) mengatakan, saat hajatan, dirinya menyantap mie, sayur, nasi dan daging. Saat menyantap suguhan yang disajikan, Endah tidak merasakan keanehan apapun.
"Saya pulang dari hajatan sekitar pukul 18.30 WIB. Sekitar jam 19.30 WIB saya merasa mual, diare dan pusing," tutur Endah, Jumat (5/5).
Endah memaparkan, setelah muntah-muntah, dirinya pun segera ke Puskesmas Rongkop untuk memeriksakan kondisi tubuhnya. Selain Indah, sebanyak 22 warga lainnya pun mengalami hal yang sama. Mereka pun segera memeriksakan diri ke Puskesmas Rongkop.
Warga Semugih lainnya, Ramsi (62) menceritakan, dirinya saat menghadiri hajatan di rumah Suharto, sempat menyantap beberapa masakan yang disuguhkan. Di antaranya nasi dan tiga potong daging.
"Dagingnya memang aneh rasanya. Rasanya agak basi," ujar Ramsi.
Dokter Puskesmas Rongkop, dr Joko Subandono, mengatakan, Puskesmas pada Kamis (4/5) malam menerima 23 pasien yang mengeluh pusing dan mual. Para pasien ini tak semuanya harus menjalani rawat inap.
"Sebagian sudah pulang. Pagi ini hanya tinggal 4 orang yang masih menginap di Puskesmas. Sedangkan 2 warga harus dirujuk ke instansi kesehatan lainnya. Tapi kondisinya sudah membaik semuanya," ungkap Joko.
Dari hasil diagnosa awal yang dilakukan, korban mengalami gejala keracunan makanan dari hidangan yang disajikan pada acara hajatan. Sampel makanan, lanjut Joko, sudah kami amankan untuk diteliti penyebabnya.(mdk/rnd)