Usai rekonstruksi pembunuhan istrinya, Ketut nangis memeluk anaknya
Drama berpelukan sontak membuat warga yang menyaksikan ikut mengusap air mata.
Ketut Sumerta (44) terus memeluk buah hatinya, Putu Nariartawan (13) usai dirinya melakukan reka ulang aksi pembunuhan terhadap istrinya. Bahkan masih dengan kondisi tangan diborgol dan akan masuk ke mobil untuk kembali ke Polsek Denpasar Barat, seniman lukis ini kembali berbalik berlari menghampiri putra semata wayangnya yang terus menangis.
Drama berpelukan sontak membuat warga yang menyaksikan ikut mengusap air mata.
Suasana haru itu terjadi setelah selesai rekonstruksi, kasus pembunuhan seorang suami terhadap istrinya. Pembunuhan yang dilakukan spontan itu lantaran kesal melihat korban terus ngomel soal tidak terpenuhinya foto bareng bersama artis lokal pujaannya.
"Saya sangat menyesali. Saya minta maaf kepada keluarga besar istri saya, keluarga besar saya dan warga desa. Karena saya telah mencoreng dan melakukan aksi pembunuhan di lingkungan ini, saya benar-benar kilaf," ungkap tersangka, Sumerta.
Reka ulang adegan pembunuhan terhadap istri dilakukan oleh I Ketut Sumerta, digelar Kamis (1/9) di lokasi kejadian di rumah Jalan Gunung Payung II Nomor 14 Banjar Padang Sumbu, Desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Bali.
Sebanyak 34 adegan diperagakan sebelum dan saat menghabisi nyawa Istrinya Ni Putu Antrini alias Menik (45) pada Kamis (17/8) dini hari lalu. Puncak pembunuhan terjadi pada adegan ke-13 yang mana pelaku membenturkan kepala istrinya berulang kali ke lantai hingga meregang nyawa.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana, yang memimpin rekontruksi mengatakan, semua adegan sesuai dengan keterangan tersangka dalam berkas pemeriksaan.
"Adegan pokok memang ada 34. Tetapi, ada adegan kita pecah menjadi dua bagian. Ini intinya untuk lebih detail gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh tersangka saat menghabisi korban," katanya.
Dalam adegan rekonstruksi itu puncak dari aksi pembunuhan terjadi pada adegan ke 13. Saat itu tersangka yang kembali dari toilet mendapati korban yang masih ngomel masalah foto yang tidak tersalurkan saat nonton launching lagu album dari artis lokal Bali.
Tersangka langsung naik pitam dan membenturkan kepalanya berulang-ulang ke lantai. "Pada adegan ke-13 A dan 13 B itu puncaknya. Ya, tersangka memegang kepala korban, lalu membenturkannya ke lantai dan mengakibatkan korban kehilangan nyawa," tutupnya.