LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Usai pesta miras, Yohanes tewas ditikam temannya di depan Kodam Bali

Antara korban dan pelaku sempat duduk bareng untuk pesta miras. Bermula dari saling ejek, hingga akhirnya antara korban dan pelaku terlibat baku pukul.

2016-10-24 02:00:00
penusukan
Advertisement

Tindak kriminalitas di metro kota Denpasar makin memprihatinkan. Bahkan, di depan Markas TNI Kodam IX/Udayana Denpasar, Bali, tindak pelaku penikaman terjadi. Seorang pria asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Jeraman (22) tewas ditikam rekannya, Wili Brodus Rambi (21).

Informasi yang dihimpun, antara korban dan pelaku sempat duduk bareng untuk pesta miras. Bermula dari saling ejek, hingga akhirnya antara korban dan pelaku terlibat baku pukul.

"Korban dan pelaku saling kenal. Permasalahannya karena ketersinggungan itu saja. Tetapi saat ini pelaku masih diperiksa di Polsek Denbar (Denpasar Barat)," ungkap Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, Minggu (23/10).

Dia menjelaskan, kejadian berawal saat pelaku dan korban serta beberapa temannya duduk kumpul di bawah tiang bendera lapangan puputan depan rumah Jabatan Gubernur Bali. Sambil main gitar, mereka juga menggelar pesta miras oplosan Arak bali. Kabarnya, saat itu pelaku baru tiba di lokasi pukul 00.15 WITA.

"Sekitar tiga puluh menit kemudian, tersangka dilempar botol mineral yang berisi air oleh korban. Botol itu tepat mengenai wajah pelaku. Diduga, korban emosi karena tersinggung dengan kata-kata pelaku lantaran baru datang," ungkapnya.

Karena tersinggung, pelaku menghampiri korban dan terjadilah cekcok mulut. Tidak sampai di situ saja, perkelahian juga terjadi antara tersangka dan korban.

Sejumlah teman-teman korban ikut mengeroyok tersangka. Lantaran dikeroyok, tersangka kabur menuju parkiran motornya untuk mengambil pisau yang disimpan di bawah sadel. Pisau itu diakui tersangka dibawa sejak dua hari sebelumnya.

"Tersangka kembali ke TKP dengan menggenggam pisau sambil mengejar korban dan temannya yang mengeroyok pelaku. Korban lari paling belakang sehingga tersangka membacok punggungnya. Korban terkapar berlumuran darah," urai salah seorang penyidik.

Seusai menikam korban, pelaku langsung kembali ke tempat kosnya di Jalan Imam Bonjol Denpasar. Sementara korban beberapa saat kemudian baru ditolong teman-temannya dilarikan ke RS Sanglah. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat tertolong karena akhirnya meninggal dunia yang diduga lantaran kehabisan darah.

Baca juga:
Amankan miras di pesta, polisi di Inhil kena sabet badik
Bocah 7 tahun di Ciledug tewas mengenaskan, diduga disiksa orangtua
Aniaya kekasihnya yang WN Jepang, sopir taksi online masuk bui
Ingin damaikan warganya, Kades di Malang malah kena sabet sajam
Gara-gara pakaian kotor, PNS di Bandung pukul kepala PRT pakai palu

Advertisement
(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.