Usai kerusuhan, Lapas Cirebon dijaga ratusan personel polisi
Hingga berita ini diturunkan, situasi dalam lapas sudah kembali kondusif. "Dipastikan tidak ada korban jiwa, hanya saja ada kerusakan sedikit," tutupnya.
Kerusuhan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kembali terjadi. Kali ini di Lapas Cirebon, Jawa Barat.
Imbasnya, ratusan personel kepolisian akan berjaga 1x24 jam di lokasi.
"Kami akan siaga di sini (lapas) 1x24 jam untuk memastikan bahwa tidak ada imbas akibat adanya keributan yang terjadi di dalam," kata Kapolresta Cirebon, AKBP Adi Vivid AB di Cirebon, Rabu (21/3).
Penjagaan untuk mencegah kerusuhan kembali terjadi.
Penyebab mengamuknya penghuni lapas karena mereka menolak adanya razia alat komunikasi yang dilakukan petugas.
"Para penghuni melakukan pelemparan genting dan sebagiannya kepada petugas," ungkapnya seperti diberitakan Antara.
Napi menolak dirazia setiap hari
Yang ditolak penghuni lapas ialah adanya razia alat komunikasi tiap hari. Mereka meminta agar razia dilakukan empat atau lima kali dalam sebulan.
"Mereka itu aspirasinya meminta razia tidak rutin setiap hari, tapi mungkin sebulan empat atau lima. Mereka sebenarnya setuju ada razia tapi keberatan kalau harus setiap hari di razia," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi dalam lapas sudah kembali kondusif. "Dipastikan tidak ada korban jiwa, hanya saja ada kerusakan sedikit," tutupnya.
Baca juga:
Buntut kerusuhan, 58 napi dipindah dari Banda Aceh ke Tanjung Gusta
50 Napi diperiksa di kamar khusus terkait kerusuhan Lapas Banda Aceh
LBH: Kerusuhan LP Banda Aceh akumulasi bobroknya pengawasan petugas
Kakanwil Kemenkumham Aceh sebut sipir tak lagi dihargai narapidana
2 Sipir LP Banda Aceh jadi tersangka dalang kerusuhan & pengedar narkoba