Usai kebakaran di Pemprov Bali, PNS sortir dokumen yang bisa diselamatkan
Gedung yang berlantai tiga ini, lanjut Dewa, dari luar tampak rusak parah. Terlihat bekas hitam dari di tembok-tembok gedung. Selain itu, masih ada sisa-sisa asap yang keluar dari serpihan kayu.
Sejumlah pegawai Pemprov Bali menyisir dokumen serta barang-barang yang masih bisa diselamatkan usai kebakaran yang melanda kantor mereka. Api menghanguskan gedung Unit V Pemprov Bali, beberapa hari lalu.
Karo Humas Pemprov Bali Dewa Made Mahendra mengatakan kerusakan paling parah terjadi di gedung lantai tiga yakni tempat Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda), kemudian area lantai satu yakni tempat Biro Humas serta Biro Hukum dan HAM yang terletak di lantai dua.
"Kalau di gedung Biro Pemerintahan dan Otonomi daerah itu, ada berisi berkas-berkas dan arsip-arsip juga data-data berupa file sudah kami simpan di flashdisk komputer," ucapnya, Rabu (14/2).
Gedung yang berlantai tiga ini, lanjut Dewa, dari luar tampak rusak parah. Terlihat bekas hitam dari di tembok-tembok gedung. Selain itu, masih ada sisa-sisa asap yang keluar dari serpihan kayu.
Untuk saat ini, para pegawai Pemprov Bali sedang melakukan pengambilan dokumen, berkas atau barang-barang yang masih bisa untuk diselamatkan. Sementara untuk total kerugian Dewa Made Mahendra menyerahkan kepada pihak Kepolisian.
"Kalau kerugian masih belum tau, ini masih ada olah TKP dari Kepolisian. Kalau untuk antisipasi sudah dilakukan sejak kemarin barang-barang sudah ditaruh di tempat lain," tutupnya.
Baca juga:
Pasar bersejarah di Haiti ludes dilalap si jago merah
Kantor Gubernur Bali kebakaran
Gubernur Bali duga gedung Pemprov terbakar akibat korsleting listrik
Gedung unit lima Pemprov Bali terbakar
Kesal minta uang Rp 25 ribu tak dikasih, Yudi bakar rumah paman