Usai dilantik di Monas, 6.511 pejabat DKI langsung dites urine
"Saya mau adakan tes narkoba kepada bapak dan ibu karena di DKI narkoba sudah keterlaluan," kata Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan test urine usai pelantikan 6.511 Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta. Tes urine tersebut dilakukan secara mendadak kepada seluruh pejabat struktur dari eselon II dan III.
Ahok mengatakan tes urine dilakukan mengingat peredaran narkoba di Jakarta sangat memprihatinkan. "Saya harap tidak ada yang keluar Monas. Saya mau adakan tes narkoba kepada bapak dan ibu karena di DKI narkoba sudah keterlaluan," kata Ahok di Monas Jakarta, Jumat (2/1).
Ahok juga mengatakan, dilakukannya tes urine tersebut agar para pejabat dapat memberikan keteladanan kepada rakyat. "Bakal kelihatan orang yang pakai narkoba. Enggak mungkin saya pakai sapu kotor untuk bersihkan lantai kotor," ujarnya.
Menurut Ahok dirinya masih memberikan toleransi kepada pegawainya yang merokok asal jangan merokok di dalam ruangan. Meski demikian Ahok tidak menyediakan ruangan merokok.
"Saya temukan banyak yang masih merokok di dalam ruangan di kantor camat," katanya.
Baca juga:
Demi pelayanan optimal, Ahok rampingkan struktur PNS DKI
Ahok lantik ribuan PNS DKI di lapangan Monas
Warga tak serius merenung, Ahok lempar lilin elektrik
Ahok ajak warga Jakarta berdoa bersama di malam tahun baru