Usai Demo Ricuh, Situasi di Kota Pontianak Kembali Kondusif
Situasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, malam ini kembali normal usai aksi demo ricuh siang tadi. Kendati demikian, kelompok warga masih berkumpul di kawasan Tanjung Raya. Aparat Polri dan TNI juga masih bersiaga.
Situasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat, malam ini kembali normal usai aksi demo ricuh siang tadi. Kendati demikian, kelompok warga masih berkumpul di kawasan Tanjung Raya. Aparat Polri dan TNI juga masih bersiaga.
Awalnya aksi demo digelar sekira pukul 10.00 WIB di KPU Kalimantan Barat. Namun demikian, menyusul aksi demo rusuh di Jakarta, massa berkumpul sejak usai salat Subuh.
Aksi demo berujung pembakaran 2 pos Polantas di kawasan Tanjung Raya dan Tanjung Pura. Kedua pos yang berada di simpang jalan itu, dibakar massa.
"Kalau saya lihat dan amati dari pagi tadi, massa ini mau bergerak ke Jalan Gadjah Mada. Arahnya mau ke KPU tapi dihalau Pak Polisi dan TNI," kata Alfian (35), warga Pontianak, dihubungi merdeka.com, Rabu (22/5) malam.
Meski sempat ricuh, namun aktivitas warga Pontianak relatif berjalan sebagaimana mestinya. "Memang ada toko yang tutup. Tapi tidak sampai pada suasana mencekam. Tidak ada itu," ujar Alfian.
"Warga merasa aman, karena Pak Polisi dan TNI, menjamin keamanan. Jam 2-an siang tadi, pendemo dipukul mundur petugas. Banyak kok warga yang nonton aksi siang tadi. Ada juga tadi beberapa (pendemo) yang diamankan," ungkap Alfian.
Warga Pontianak lainnya, Idris (45), juga mengutarakan yang sama. Malam ini, Pontianak kembali normal sebagaimana biasanya.
"Ya benar, ada saya lihat malam di kawasan timur (Pontianak Timur), warga kumpul-kumpul. Tapi polisi dan TNI juga siaga, ada juga siapkan kendaraan taktis tadi," demikian Idris.
Baca juga:
Polisi Tetapkan 257 Tersangka Aksi Rusuh 22 Mei
VIDEO: Ketegangan Polisi dan Pendemo di Depan Bawaslu Saat Malam Hari
Polisi dan Perusuh Saling Kepung di Kawasan Slipi-Petamburan
Pos Polisi di Thamrin Dibakar, Polisi Semprot Massa dengan Water Cannon
Ulama Ajak TNI dan Polri Selawat di Slipi
Amien Rais: Insya Allah yang Menembaki Bukan dari Polri