Usai bertanding futsal, nyawa Yudha melayang dikeroyok tim lawan
Tim lawan hanya membayar taruhan Rp 30 ribu. Saat Yudha meminta kekurangannya, dia dibanting dan dipukuli.
Nyawa Yudha Perkoso (20 tahun) melayang usai bertanding futsal pada Kamis (15/10) malam. Warga Kampung Al Barkah RT 005/RW 008, Cipayung, Depok itu meninggal dunia di RS Fatmawati Jakarta akibat dikeroyok tim lawan.
Pemicunya, korban meminta uang kepada tim lawan yang kalah bertanding dengan timnya. Tim lawan berasal dari Kampung Sawah RT 006/RW 008, Cipayung, Depok. Perjanjian awal, tim yang kalah membayar sewa lapangan seluruhnya. Namun, tim yang kalah saat itu hanya membayar Rp 30 ribu. Korban berinisiatif meminta uang selisihnya. Namun dia malah menjadi korban pemukulan.
Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Tata Irawan mengatakan, terjadi kesalahpahaman antara tim korban dengan tim lawan. Sehingga berujung perkelahian yang menelan korban jiwa.
"Korban dijedotin ke tembok sampai tewas," kata Tata, Jumat (16/10).
Menurut Tata, perkelahian ini terjadi karena kesalahpahaman antara dua kelompok pemuda yang bertanding futsal. Karena awalnya ada perjanjian tim kalah yang akan bayar.
"Tapi, setelah kalah, salah satu tim tidak mau membayar. Karena taruhan. Dan timbul salah paham," ujar Tata.
Bayu Laksono, kakak korban mengatakan, adiknya dipukuli dan dibanting. "Dibanting sampai gerbang hingga kepalanya terbentur," kata Bayu.
Bayu melanjutkan, mulanya hanya ada 20 orang dari kedua tim saat bertanding. Namun tiba-tiba massa dari tim lawan berdatangan.
"Terjadi tawuran usai pertandingan futsal, saat adik saya meminta duit lapangan," ucap Bayu.(mdk/ary)