LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Update Bencana Gunung Semeru: 22 Orang Masih Hilang dan 4.250 Mengungsi

Korban yang mengalami luka-luka sebanyak 22 orang. Kemudian warga terdampak 5.205 dan pengungsi 4.250 orang. Jumlah pengungsi meningkat dari data siang tadi masih 3.697 orang.

2021-12-07 19:38:26
Gunung Semeru Meletus
Advertisement

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kol Inf Irwan Subekti melaporkan perkembangan korban awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Hingga malam ini, 22 orang masih hilang.

"22 Orang dinyatakan hilang berdasarkan laporan dari masyarakat, RT, maupun desa terkait," katanya dalam konferensi pers, Selasa (7/12).

Korban yang mengalami luka-luka sebanyak 22 orang. Kemudian warga terdampak 5.205 dan pengungsi 4.250 orang. Jumlah pengungsi meningkat dari data siang tadi masih 3.697 orang.

Advertisement

Menurut Danrem 083/Baladhika Jaya ini, ribuan pengungsi tersebar di sekolah, masjid, balai desa, hingga rumah kerabatnya. Total titik pengungsian sebanyak 19.

"Untuk total wilayah terdampak adalah 10 kecamatan dan 17 desa," ujarnya.

Advertisement

Gunung Semeru menyemburkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12). Hingga hari ini, Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas.

Terbaru, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan terjadi 7 kali gempa guguran dengan durasi 50 hingga 120 detik. PVMBG merekomendasikan sejumlah hal terkait aktivitas Gunung Semeru.

Pertama, masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan. Masyarakat juga harus mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Kedua, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

Ketiga, masyarakat perlu mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Keempat, masyarakat perlu mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.