LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Upaya meningkatkan peran perempuan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan kesetaraan gender merupakan perjuangan besar kaum perempuan untuk melakukan terobosan-terobosan untuk berkarya. Mereka memiliki aset, potensi dan kualitas yang bisa dikembangkan.

2018-04-28 14:23:27
Wanita Indonesia
Advertisement

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan kesetaraan gender merupakan perjuangan besar kaum perempuan untuk melakukan terobosan-terobosan untuk berkarya. Mereka memiliki aset, potensi dan kualitas yang bisa dikembangkan.

"Perempuan harus menggunakan aset, potensi dan kualitas mereka untuk bersama pemerintah dalam isu kesetaraan gender membangun negara," kata Yohana dilansir dari Antara, Sabtu (28/4).

Yohana mengatakan dalam beberapa hal, posisi perempuan dalam politik dan pemerintahan telah terjadi peningkatan meskipun belum mencapai persentase 30 persen yang ditargetkan. Saat ini, anggota legislatif perempuan baru mencapai 17 persen di DPR dan 26 persen di DPD. Begitu juga perempuan yang menjadi kepala daerah, baru ada 86 orang dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Advertisement

Dengan kondisi saat ini, kata Yohana, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai perempuan Indonesia cukup maju. Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 10 negara yang disiapkan menuju Planet 50:50 pada 2030.

"Indonesia dipilih karena mayoritas berpenduduk Muslim, toleransinya dianggap tinggi dan perempuan Indonesia sudah cukup maju," katanya.

Planet 50:50 merupakan program yang dicanangkan untuk membawa perempuan setara dengan laki-laki dan semakin banyak pemimpin perempuan. Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mengirimkan surat kepada kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah untuk melaporkan profil perempuan yang ada di masing-masing kementerian atau lembaga dan daerah.

Advertisement

Artis dan presenter Olga Lidya mengatakan perlu peningkatan kapasitas perempuan sehingga bisa lebih optimal dalam menjalankan perannya. Ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi sehingga makin maraknya konten negatif di media sosial yang bisa menyasar siapa saja, termasuk anak-anak.

Menurutnya, perempuan harus didorong menjadi agen pendidik tidak hanya bagi penyebaran konten hoaks, tetapi juga konten-konten bermuatan kekerasan. Dia mengatakan perempuan sangat bisa menjadi agen literasi media.

"Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan juga sangat penting," tandasnya.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.