UNS Tanggung Biaya 25 Mahasiswa PPDS yang Terpapar Covid-19
"Dalam konteks ini para mahasiswa dirawat di RS UNS, kita sudah sepahaman dengan pimpinan RSUD dr Moewardi. Jadi biar saja dirawat di lantai 7 dan lantai 5 itu sudah tepat," katanya.
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Jamal Wiwoho mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya perawatan 25 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terpapar virus corona. Saat ini para dokter yang menempuh spesialis paru tersebut dirawat di lantai 5 dan lantai 7 Rumah Sakit UNS di Sukoharjo.
"Biaya kita, UNS semua yang menanggung dong. Kalau sudah ditanggung UNS ya sudah, kita dengan Moewardi kan sekeping mata uang," ujar Prof Jamal saat ditemui di gedung rektorat kampus setempat, Selasa (14/7).
UNS, dikatakan Jamal, tetap berkomitmen kepada mahasiswa, dosen, karyawan. Sehingga jika ada yang mengalami gejala Covid-19, akan langsung dibawa ke RS UNS. Apalagi RS UNS memang diperuntukkan bagi laboratorium dan penanganan covid-19. Sehingga meski para dokter tersebut sedang bertugas sebagai tenaga kesehatan di RSUD dr Moewardi, namun perawatan tetap dilakukan di RS UNS.
"Dalam konteks ini para mahasiswa dirawat di RS UNS, kita sudah sepahaman dengan pimpinan RSUD dr Moewardi. Jadi biar saja dirawat di lantai 7 dan lantai 5 itu sudah tepat," katanya.
Di kedua ruangan tersebut, dikatakan Jamal, keamanan para mahasiswa terjamin. Ruangan tersebut memiliki lift serta fasilitas khusus lainnya yang tidak bisa diakses pengunjung rumah sakit umum lainnya.
Ia juga meminta Fakultas kedokteran untuk melakukan tracing terhadap para mahasiswa yang juga bekerja di RSUD dr Moewardi Solo itu. Hal tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya penularan.
"Saya sudah dapat laporan dari pembantu dekan, mereka melakukan tracing. Tracing ini bisa ke keluarga, rekan kos, atau rekan kerja. Kalau dia stay di Solo ya wajar saja kalau ditracing keluarganya," jelasnya.
Jika nanti dinyatakan sembuh, Jamal menyebut, 25 dokter tersebut akan kembali bekerja sesuai tugasnya di RSUD dr Moewardi. Saat disinggung biaya perawatan jika ada keluarga mahasiswa PPDS yang tertular, Jamal meminta maaf karena tidak bisa ikut menanggungnya.
"Yang jelas kalau yang ditanggung UNS itu, yang menjadi keluarga besar UNS. mahasiswa, dosen dan karyawan," pungkas dia.
Baca juga:
Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi 14 Juli 2020
Imbas Corona, Garuda Indonesia Lobi Airbus Tunda Pengiriman Pesawat Tahun ini
Update 14 Juli: Bertambah 1.591, Total Kasus Covid-19 Menjadi 78.572 Orang
Survei SMRC: 71 Persen Responden Nilai Ekonomi Keluarga Memburuk Usai Kenormalan Baru
Kadin Prediksi Industri Pariwisata akan Pulih di 2023