Unhas wajibkan tes urine jadi syarat masuk dan lulus kuliah
Unhas bekerja sama dengan BNN untuk memerangi narkoba di dalam kampus.
Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu mempersilakan petugas merazia kampus, untuk memastikan ada tidaknya narkoba. Hal ini ditegaskannya di sela-sela kegiatan penandatanganan MoU penanggulangan penyalahgunaan bahaya narkoba kepala BNN Budi Waseso di kantor PT Pelindo IV di Makassar, Senin (25/7).
"Salah satu bentuk kerja sama yang bisa kita lakukan bersama BNN setelah penandatanganan MoU ini adalah dengan mempersilakan petugas masuk ke kampus untuk gelar razia, sweeping yang bukan hanya terhadap mahasiswa tapi juga civitas akademik lainnya," terang Dwia.
Selanjutnya, ujar Rektor Unhas ini, penjagaan dan pengawasan ketat ini akan dimulai dengan tes urine terhadap mahasiswa baru yang sudah diberlakukan. Kemudian secara terstruktur akan dites lagi saat mahasiswa naik tingkat semester dan saat hendak dilantik jadi sarjana akan dilakukan tes urine, darah maupun rambut.
"Kita akan buat sistemnya sehingga akan terbentuk efek-efek pengawasan dan penjagaan yang ketat," tandasnya mengulang.
Ditambahkan, perguruan tinggi selama ini steril dari pengawasan petugas, karenanya perguruan tinggi jadi sasaran paling empuk untuk pengedaran narkoba padahal civitas akademik khususnya mahasiswa adalah kader bangsa yang harus dijaga, jangan sampai lengah.
"Kita ingin kampus ini clean dan clear. Sanksinya berat jika terbukti terlibat. Mahasiswa bisa diberi skorsing hingga pemecatan. Jika PNS yang terlibat maka kita akan usulkan ke kementerian untuk diberi sanksi. Ada regulasinya," pungkas Dwia.(mdk/cob)