LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ungkap Sabu 1,129 Ton, Kapolri Minta Personel Berantas Narkoba hingga ke Akar-akarnya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jika Indonesia menjadi negara konsumen narkoba terbesar. Hal ini dikatakan Sigit usai jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat membongkar kasus narkoba jaringan Timur Tengah-Afrika sebesar 1,129 ton sabu.

2021-06-14 17:38:45
Kasus Narkoba
Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jika Indonesia menjadi negara konsumen narkoba terbesar. Hal ini dikatakan Sigit usai jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat membongkar kasus narkoba jaringan Timur Tengah-Afrika sebesar 1,129 ton sabu.

"Kita semua tentu perihatin bahwa Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah konsumen yang sangat besar, terbukti dengan beredarnya narkoba dalam kurun waktu yang tidak lama, namun walaupun bisa kita ungkap," kata Sigit di Polda Meteo Jaya, Senin (14/6).

"Tapi ini merupakan gambaran yang tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama terkait dengan tantangan terhadap generasi kita, masyarakat kita," sambungnya.

Advertisement

Dia menyebut, polisi sebelumnya telah mengungkap 2,5 ton sabu jaringan Timur Tengah. Kasus ini melibatkan narapidana di Lapas.

"Jadi kalau kita lihat dalam waktu satu bulan ini, kurang lebih hampir 3,6 ton narkoba yang berhasil kita amankan dan kalau kita hitung selama waktu hampir tiga bulan, dari mulai bulan Januari mungkin kurang lebih ada lima ton lebih," sebutnya.

Menurut dia, pengungkapan kasus narkoba itu menunjukkan peredaran barang haram itu di tanah air masih tinggi. Sigit mengaku prihatin di tengah situasi pandemi Covid-19 peredaran narkoba masih tetap terjadi.

Advertisement

Dia menekankan akan terus melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pengedar barang haram tersebut. "Tentunya kita terus melaksanakan apa yang sudah menjadi perintah Bapak Presiden untuk terus melakukan pengejaran, pengungkapan dan penyelesaian sampai ke akar-akarnya terkait dengan masalah peredaran narkoba," tandasnya.

Sebelumnya, Jajaran Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat telah mengungkap kasus narkoba jaringan Timur Tengah sebesar 1,129 ton sabu. Dalam pengungakapan ini, sebanyak tujuh orang telah diamankan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tujuh orang yang diamankan itu yakni lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Nigeria.

"Untuk penangkapan kali ini dilakukan oleh rekan-rekan anggota Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat secara berturut-turut diakhir Mei sampai dengan bulan Juni yang terus dikembangkan diempat tkp, telah diamankan lima Warga Negera Indonesia inisial MR, AH, HS, NB dan EK serta dua Warag Negara asal Nigeria CSN dan OJN," kata Sigit di Polda Metro Jaya, Senin (14/6).

Ia menyebut, barang haram yang telah diamankan tersebut berasal dari Timur Tengah dan juga Afrika. "Pengungkapan ini dilaksanakan diempat tempat yaitu di Gunung Sindur, pada saat itu sebesar 393 kilogram, yang kedua di Pasar Modern Bekasi sebesar 511 kilogram, yang ketiga di Apartemen Basura Jakarta Timu dan yang keempat di Apartemen Grand Pramuka," sebutnya.

Baca juga:
Bupati Nias Utara Soal Sekda YN Tersangkut Narkoba: Kami akan Copot
Sekda Nias Utara Mengaku ASN Dinas Kesehatan saat Terjaring Razia Polisi
Di Ruang Karaoke, Sekda Nias Utara Gunakan Pil Ekstasi Ditemani Tiga Perempuan
Kapolri Instruksikan Kapolda Buat Kampung Tangguh Narkoba
Terjaring Razia Tempat Hiburan Malam, Sekda Nias Utara Positif Gunakan Narkoba

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.