Umur 71, Purnomo Ngaku Tetap Berjiwa Muda dan Optimis Jadi Cawalkot Solo
Purnomo menyebut, orang muda belum tentu memiliki pola pikir dan visi yang muda. Menurutnya, muda dalam pandangannya adalah memiliki pemikiran dan visi maju ke depan dengan perkembangan zaman, meskipun berusia tua.
Bakal calon Wali Kota Solo dari PDIP Achmad Purnomo pada 28 Desember lalu genap berusia 71 tahun. Dalam proses Pilkada Kota Solo, usia tersebut sering dimanfaatkan lawan untuk bahan serangan.
Menanggapi hal tersebut, pria yang menjabat Wakil Wali Kota Solo ini tak lantas patah semangat. Ia juga tetap optimis mendapat rekomendasi dari DPP PDIP, meski Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut rekomendasi ditengarai arahnya ke orang muda. Purnomo menilai, muda yang dimaksud Hasto, bukan sekedar dilihat dari umur.
"Kalau menurut saya, muda itu tidak hanya dilihat dari umur saja, tapi juga dalam arti pikiran. Jadi bukan berarti dikaitkan dengan umur," ujar Purnomo Selasa (13/1).
Purnomo menyebut, orang muda belum tentu memiliki pola pikir dan visi yang muda. Menurutnya, muda dalam pandangannya adalah memiliki pemikiran dan visi maju ke depan dengan perkembangan zaman, meskipun berusia tua.
Ia kurang sepakat jika ada yang beranggapan jika orang yang usianya sudah tua, pikirannya juga tua. Melainkan tetap memiliki pemikiran yang berkembang dan maju.
Terkait adanya indikasi rekomendasi yang mengarah ke putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dirinya mempersilakan saja. Karena hal itu merupakan hak prerogatif Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Itu kan baru sekedar isu, saya masih tetap yakin dan optimis mendapat rekomendasi sebagai Calon Wali Kota Solo," katanya.
Apalagi, lanjut dia, ia bersama Teguh Prakosa mendapat penugasan dari DPC PDIP Solo untuk diusung sebagai calon. Penugasan itu diberikan secara bulat dari ranting, anak ranting hingga anak cabang di PDIP Solo. Sehingga hal itu diyakini menjadi pertimbangan DPP PDIP dalam menentukan rekomendasi.
Punya Pemikiran Muda
Purnomo menegaskan bahwa dirinya memiliki pemikiran muda. Sehingga ia siap maju dalam Pilkada Solo sebagai bentuk semangat mudanya. Ia juga menegaskan tak memiliki ambisi pribadi dan hanya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat Solo.
"Kan banyak di masyarakat anak muda tetapi pikirannya enggak maju," tegasnya.
Ditanya soal kemungkinan duet Purnomo-Gibran atau sebaliknya, ia menegaskan bahwa dirinya merupakan kader partai. Namun saat ini dirinya tengah diberi tugas oleh DPC PDIP Solo dengan Teguh Prakosa sebagai pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo.
"Kalau nanti hasilnya lain, akan saya kembalikan dulu kepada partai yang memberikan tugas kepada saya. Kalau DPC PDIP Solo memerintahkan untuk melaksanakan, maka saya siap melaksanakan. Saya juga siap jika tidak mendapatkan rekomendasi. Apapun bentuknya, sebagai kader saya siap," pungkas dia.
(mdk/eko)