LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Umat Hindu di Malang Gotong Royong Siapkan Ogoh-ogoh Sambut Nyepi

Umat Hindu di Kabupaten Malang, Jawa Timur menyiapkan ogoh-ogoh untuk upacara Pangrupukan menyambut Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Ogoh-ogoh dalam berbagai wujud dan ukuran dibuat secara patungan dan bergotong-royong oleh warga setempat.

2019-03-06 04:03:00
Hari Raya Nyepi
Advertisement

Umat Hindu di Kabupaten Malang, Jawa Timur menyiapkan ogoh-ogoh untuk upacara Pangrupukan menyambut Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Ogoh-ogoh dalam berbagai wujud dan ukuran dibuat secara patungan dan bergotong-royong oleh warga setempat.

Nantinya Ogoh-ogoh akan diarak keliling kampung sebelum kemudian dibakar di lapangan. Pembakaran atau Pangrupukan akan digelar umat Hindu, Rabu (6/3) atau sehari sebelum Nyepi.

Sebelum pembakaran juga akan didahului persembahyangan Pemercikan di lapangan. Umat Hindu dan masyarakat dari sejumlah daerah di Malang akan bergabung mengikuti prosesi tersebut.

Advertisement

Arief Budi Utomo (32) warga Desa Karangtengah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang sedang sibuk menyelesaikan ogoh-ogoh bersama sejumlah pemuda. Lima jenis ogoh-ogoh di antaranya dalam bentuk Butha Kumbakarma dan Burung Bakasura tengah dalam proses penyelesaian.

"Ini yang saya buat ini melambangkan makhluk-makhluk jahat. Berbagai ragam Butha Kala yang kami buat nanti dibakar, sebagai lambang menghilangkan roh dan sifat jahat," kata Arief di rumahnya, Desa Karangtengah, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (4/2).

Advertisement

Persiapan Ogoh-ogoh Menyambut Nyepi di Malang ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Pembuatan ogoh-ogoh dilakukan bersama-sama sekitar sebulan terakhir dengan bahan dasar bambu, semen putih atau rokat, koran, karton dan spon. Saat finishing dilakukan pengecatan sesuai dengan warna untuk memunculkan karakter masing-masing tokoh.

Arief menceritakan sekitar separuh warga di desanya penganut Hindu dan secara rutin membuat dan menggelar upacara pembakaran. Namun dirasakan Arief, tahun ini suasananya sedikit menurun dibandingkan setahun sebelumnya.

"Kalau sekarang berkurang, kalau kemarin itu sekitar 30 ogoh-ogoh, sekarang kemungkinan hanya 20-an. Karena yang membuat pada kerja ke luar, tidak sempat pulang," katanya.

Kata Arief di desanya sekitar 10 titik pembuatan ogoh-ogoh yang masing-masing sedang mempersiapkan untuk menyambut Nyepi. Ukuran ogoh-ogoh sendiri memang disepakati tidak dibuat terlalu besar mengingat kondisi jalan desa dan gapura yang tidak terlalu tinggi.

Baca juga:
Melihat Pembuatan Ogoh-ogoh untuk Perayaan Nyepi di Malang
Persiapan Upacara Mecaru di Pura Tribhuana Agung
Nyepi, Tol Bali Mandara Tak Beroperasi 32 Jam
Usai Bertemu Jokowi, PHDI Minta Umat Hindu Tak Golput di Pilpres 2019
Bandara I Gusti Ngurah Rai Hentikan Operasional Selama Perayaan Nyepi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.