LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ulama Mataram kecam acara cuci mobil perempuan berbikini

Hal itu dianggap tak sejalan dengan moto Kota Mataram, yang maju religius dan berbudaya.

2016-06-01 18:23:47
Mataram
Advertisement

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Mataram H Muhtar mengecam kegiatan car wash dance yakni sejumlah perempuan mencuci mobil dengan menggunakan pakaian seksi sambil menari sensual yang dinilai mengumbar aurat dan syahwat. Hal itu tidak sejalan dengan moto Kota Mataram, maju religius dan berbudaya.

"Kita mengecam kegiatan itu, sebab berpakaian mengumbar aurat saja sudah haram, apalagi mempertontonkannya, ini bukanlah akhlak orang muslim, jadi kegiatan tersebut hukumnya haram berlipat ganda," papar Muhtar di Mataram, Rabu (1/6).

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi sebuah kegiatan car wash dance pada Minggu (29/5) lalu yang dilaksanakan tepat di halaman depan Lombok Epicentrum Mall (LEM) Jalan Sriwijaya.

Advertisement

Bahkan, aksi perempuan-perempuan seksi tersebut ditonton secara terbuka oleh semua pengunjung mal yang berasal dari semua kalangan termasuk anak-anak, karenanya berbagai protes terus mengalir terhadap kegiatan itu.

Muhtar mengatakan, dimana pun seorang perempuan berada sekali pun di tempat tertutup, harus menjaga auratnya dan jangan sampai ada laki-laki yang terpancing karena melihat auratnya.

"Memperlihatkan aurat bukanlah budaya umat muslim, karena itu kita harus pandai-pandai menjaga diri agar tidak terpengaruh budaya luar," tegasnya.

Advertisement

Terkait dengan itu, MUI Kota Mataram meminta pemerintah daerah segera membuat regulasi lebih ketat lagi untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan seperti itu.

"Bila perlu, kegiatan-kegiatan seperti itu tidak boleh ada di kota ini, sebab hal itu bisa berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di daerah ini," tandasnya.

Wakil Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, sebelumnya telah menegaskan bahwa untuk menghindari adanya kegiatan-kegiatan serupa, mulai saat ini setiap kegiatan yang akan dilaksanakan di LEM maupun harus mendapatkan izin dari pemerintah kota.

Dengan demikian, pemerintah kota setidaknya bisa mengetahui kegiatan apa yang akan dilaksanakan di LEM, dan pemerintah kota tentu akan selektif mengeluarkan izin penyelenggaraan.

"Prinsipnya kita tidak akan memberikan ruang adanya aktivitas vulgar dan sensual di kota ini," tukasnya. Dikutip Antara.

Apalagi, setelah kegiatan car wah dance tersebut banyak warga yang komplain dan protes kepada pemerintah kota.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.