Ulama desak Pemkot tutup Inul Vizta Kediri karena sajikan striptis
Kasus tarian telanjang di tempat karaoke Inul Vizta Kediri, mendapat kritikan keras dari kalangan ulama. Ulama tegas meminta supaya pemerintah segera menutup tempat hiburan karaoke di lantai lima pusat perbelanjaan Kediri Mall, Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri itu.
Kasus tarian telanjang di tempat karaoke Inul Vizta Kediri, mendapat kritikan keras dari kalangan ulama. Ulama tegas meminta supaya pemerintah segera menutup tempat hiburan karaoke di lantai lima pusat perbelanjaan Kediri Mall, Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri itu.
"Kami mendukung apa yang sudah dilakukan oleh polisi dalam hal ini Polda Jatim. Kita sudah kuwalahan sekali menghadapi kerusakan moral. Jangan sampai tambah tambah. Sudah narkoba itu berat. Ditambah lagi kehidupan bebas seperti iu. Kalau itu ditutup saja itu," tegas KH Anwar Iskandar, pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan Rejomulyo Kota Kediri yang juga sesepuh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri, Senin (24/7).
Secara tegas Gus War merekomendasi Pemerintah Kota Kediri untuk menutup Inul Vizta Kediri. Pengelola tempat hiburan ini sudah menyalahgunakan izin. Kesalahan tersebut kategori berat karena dinilai merusak moral bangsa. "Ulama merekomendasi agar ditutup," desak Gus War.
Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim menggerebek Inul Vizta Kediri, pada Jumat dini hari lalu. Pasalnya, di tempat karaoke keluarga ini menyajikan tari telanjang atau striptis. Ada 1O orang diamankan petugas, empat di antaranya adalah perempuan penari telanjang. Dari hasil penyidikan sementara, polisi menetapkan satu tersangka yaitu, Ilham, manajer Inul Vizta Kediri.
Baca juga:
Diduga sajikan striptis, Inul Vista Kediri disegel polisi
Inul Vizta sediakan striptis tak punya izin jual minuman beralkohol
Inul Vizta Kediri bantah sediakan penari telanjang dan miras
Striptise di Inul Vista Kediri dibanderol Rp 500.000 - Rp 1 juta
Tarif kencan striptis Inul Vista di Kediri berkisar Rp 2 juta
Pengakuan mengejutkan empat penari striptis Inul Vista Kediri