Uang triliunan Taat raib, DPR pertanyakan kinerja Polda Jatim
Uang triliunan Taat raib, DPR pertanyakan kinerja Polda Jatim. Hilangnya uang triliunan itu diketahui ketika pihak Polda Jawa Timur melakukan rekonstruksi pembunuhan dua pengikut Taat. Saat melakukan penggeledahan, polisi tidak menemukan bunker berisi uang triliunan.
Komisi III DPR sambangi Mapolda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya, Sabtu (8/10). Mereka menanyakan raibnya triliunan rupiah uang milik Taat Pribadi yang disimpan dalam bunker yang ada di Padepokan Dimas Kanjeng, di Probolinggo.
Hilangnya uang triliunan itu diketahui ketika pihak Polda Jawa Timur melakukan rekonstruksi pembunuhan dua pengikut Taat, yaitu Ismail dan Abdul Gani, pada 3 Oktober lalu.
Saat melakukan penggeledahan, polisi tidak menemukan bungker berisi uang triliunan. Tapi hanya menemukan kuitansi mahar, benda-benda pusaka dan uang jutaan rupiah pecahan Rp 100 ribu.
Terkait masalah inilah anggota dewan yang dipimpin Desmon J Mahesa menemui Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiaji.
Sesampainya di Surabaya, para anggota dewan ini langsung menggelar pertemuan tertutup dengan kapolda di Ruang Rupatama Mapolda Jawa Timur.
Dalam pertemuan itu, para anggota dewan meminta proses penyidikan kasus pembunuhan dua pengikut Taat ini berlangsung transparan.
Komisi III juga mempertanyakan kinerja polisi yang gagal menyita dan menemukan uang Taat. Padahal, uang triliunan yang raib ini merupakan barang bukti aksi penipuan Taat, dengan modus penggandaan uang.
Desmon mengatakan, polisi harus serius menangani masalah ini. Agar, persoalan raibnya uang triliunan milik Taat ini tidak memunculkan spekulasi dan fitnah di masyarakat.
"Jangan-jangan ada orang-orang tertentu yang sengaja menghilangkan dan menguapkan barang bukti ini," kata Desmon berandai-andai.
Kalau itu penipuan, lanjut dia, berapa banyak uang asli yang sudah diamankan? Dan apakah itu akan jadi barang bukti?
"Jangan sampai uang yang asli menguap, sementara uang yang palsu jadi barang bukti. Itu juga kesimpulan dari hasil kunjungan komisi III di Jawa Timur beberapa waktu lalu," sambung Desmon.
Sementara Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiaji menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.
"Tadi sudah dijelaskan semua. Kita masih melakukan pencarian. Semua masih dalam penyelidikan," tegas kapolda.
Baca juga:
Polisi diminta usut tuntas penipuan penggandaan uang Taat Pribadi
Puluhan pengikut Dimas Kanjeng dari Jabar bertahan di Padepokan
Sebulan menghilang, warga Purwakarta dikabarkan ikut Dimas Kanjeng
Pengikut Dimas Kanjeng ada juga ustaz dari Bandung
Pengikut padepokan Taat Pribadi di Samarinda ditipu Rp 23,5 juta
Akal-akalan Dimas Kanjeng pakai emas Nyi Roro Kidul tipu santri