Tuntutan buruh jadi pertimbangan Jokowi tentukan UMP DKI
"Hidup Pak Jokowi, hidup Pak Jokowi," teriak para buruh di depan Balaikota.
Para buruh yang berada di luar pagar Balaikota, Jakarta Pusat, akhirnya lega setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo keluar dan menemui mereka. Bahkan, para buruh meneriakkan nama mantan Wali Kota Solo ini.
Jokowi datang dengan menggunakan kemeja putih lengan panjang untuk menemui dan menanggapi permintaan buruh. "Hidup Pak Jokowi , hidup Pak Jokowi ," teriak para buruh di depan Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).
Jokowi meminta perwakilan para buruh untuk menemuinya di kantornya. Jokowi mengatakan, pertemuannya tersebut untuk menerima aspirasi para buruh serta menjadi bahan pertimbangannya saat menetapkan UMP, jika Dewan Pengupahan tidak menemukan kesepakatan.
"Ini jadi bahan saya. Nanti juga saya minta dari pengusaha," pungkas dia.
Sebelumnya, ratusan buruh dari berbagai elemen kembali mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta joko Widodo, Kamis (31/10) sore. Aksi tersebut atas tuntutan atas kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 3,7 juta pada tahun depan.
Buruh menggeruduk kantor Jokowi pada pukul 16.30 WIB dengan menggunakan satu mobil bak terbuka berisi sound system itu langsung berdiri di depan pagar.
"Kami datang di sini untuk mengawal sidang UMP. Kita minta ke gubernur agar UMP diketok Rp 3,7 juta. Itu saja kok," ujar Koordinator Unjuk Rasa, Endang Hidayat.(mdk/ren)