Tuntut ganti rugi ke KemenPU-Pera, warga Makassar demo tutup tol
Puluhan warga demo menutup jalan tol di gerbang Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (19/10). Mereka menuntut ganti rugi pembebasan lahan proyek jalan tol senilai Rp 9 miliar lebih ke pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).
Puluhan warga demo menutup jalan tol di gerbang Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (19/10). Mereka menuntut ganti rugi pembebasan lahan proyek jalan tol senilai Rp 9 miliar lebih ke pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).
Para pendemo mengatasnamakan ahli waris Intje Koemala versi Chandra Taniwidjaya. Mereka juga didukung kelompok mahasiswa. Akibatnya, arus kendaraan melambat karena badan jalan menyempit.
Aksi ini juga dikawal ketat dan dipantau langsung Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait dan Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto.
Kuasa hukum warga, Andi Amin, mengatakan pihaknya kembali unjuk rasa karena hingga 15 tahun diperjuangkan, dana ganti rugi belum juga cair. Padahal kliennya telah memenangkan sengketa hingga tingkat Mahkamah Agung.
"Kami akan terus turun jalan hingga ganti rugi dibayarkan," kata Andi Amin.