LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tukang tambal ban di Bantul dibunuh anaknya sendiri

Parmin menjelaskan, tersangka saat ini telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Saat ini, sambung Parmin, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan dari tersangka.

2018-02-01 01:01:00
Pembunuhan
Advertisement

Seorang tukang tambal ban, Sunaryo yang merupakan warga Dusun Panjangjiwo, Patalan, Jetis, Bantul menjadi korban pembunuhan pada Selasa (30/1). Sunaryo ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi diketahui Sunaryo meninggal dunia karena benda tumpul yang menghantam bagian kepala dan lehernya. Polisi pun kemudian mencurigai anak korban, Danu (20). Sebab korban hanya tinggal bersama anaknya tersebut. Terlebih sebelum kejadian antara korban dengan tersangka sempat cekcok di rumahnya, Senin (29/1).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas Polsek Jetis pun kemudian menangkap anak korban, Danu yang diduga menjadi pelaku pembunuhan atas ayahnya. Kapolsek Jetis, AKP S Parmin menyampaikan antara tersangka dengan korban pada Senin (29/1). Pertengkaran ini dipicu perdebatan karena televisi di rumah.

Advertisement

"Dua hari yang lalu (sebelum pembunuhan) bapaknya sering ngasih tahu. Mungkin tanggapannya si anak (tersangka) saat dimarahi akhirnya jengkel atau apa. Mangkel, mungkin juga dendam," ujar Parmin saat dihubungi, Rabu (31/1).

Parmin mengatakan, saat korban tengah terlelap pada Selasa (30/1) dini hari, tersangka pun membunuh ayahnya. Tersangka, lanjut Parmin, memukul korban hingga tewas.

Dia menerangkan bahwa tersangka dan korban memang tinggal serumah. Selain keduanya, tak ada anggota keluarga lain yang tinggal di rumah tersebut.

Advertisement

"Korban dan tersangka tinggal bersama. Sedangkan ibu dan adiknya jarang pulang ke rumah," urainya.

Parmin menjabarkan bahwa keseharian tersangka memang membantu ayahnya bekerja. Tersangka, dia menambahkan, kerap membantu menambal dan memerbaiki sepeda motor. Hanya saja, sambung Parmin, hubungan antara ayah dan anak ini tak terlalu harmonis.

"Ya (tersangka) seperti kurang kasih sayang ibu. Kalau ayahnya sayang sama tersangka," tuturnya.

Saat ini, tersangka telah berada di tahanan Mapolsek Jetis. Parmin menjelaskan, tersangka saat ini telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Saat ini, sambung Parmin, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan dari tersangka.

"Berdasarkan informasi, tersangka sudah pengidap penyakit epilepsi (ayan) sejak kecil. Tetapi kami tidak percaya begitu saja dengan kondisi kesehatan tersangka meskipun saat diintrograsi petugas jawabannya kerap ngelantur," tutup Parmin.

Baca juga:
Bunuh teman karena kosmetik, Nadia santai jalani 23 adegan rekonstruksi
Kakek SKM bunuh Painah karena terhina saat disinggung alat kelamin
Sakit hati sering dimarahi, karyawan bunuh pemilik bengkel
Gara-gara ponsel rusak, 3 pemuda di Ogan Ilir bunuh teman sendiri
Rekonstruksi, pembunuh karyawati BPR di Boyolali jalani 36 adegan

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.