Tsunami di Lampung Rusak 72 Perahu & 4 Villa
Maryani menambahkan, salah satu balita yang tewas saat hujan datang dengan deras sekitar pukul 21.00 WIB. Ayah korban bernama Musahid dan ibu korban bernama Sumiati berusaha keluar dari rumah dengan membuka pintu.
Tsunami yang menghantam tiga dusun di Sinar Maju, Sinar Agung, dan Bandung Jaya, Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, telah merusak sedikitnya 72 perahu nelayan dan empat vila di dermaga setempat.
"Selain itu, satu rumah hilang total, tiga rumah rusak berat, satu selter roboh, dan satu balita berumur tiga tahun meninggal dunia," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, Maryani seperti dilansir dari Antara, Minggu (23/12).
Dia menjelaskan, gelombang tinggi yang menghantam bibir Pantai Teluk Kiluan mencapai sebanyak tiga kali. Hantaman gelombang pertama warga sekitar belum mengungsi di dataran tinggi.
"Keterangan dari masyarakat mereka mengungsi pergi ke dataran tinggi setelah gelombang kedua yang menghantam. Awalnya setelah gelombang pertama kondisi laut sempat tenang dan surut," ujarnya.
Maryani menambahkan, salah satu balita yang tewas saat hujan datang dengan deras sekitar pukul 21.00 WIB. Ayah korban bernama Musahid dan ibu korban bernama Sumiati berusaha keluar dari rumah dengan membuka pintu.
"Saat membuka pintu, air yang membawa sampah langsung menerjang mereka dan korban yang digendong ibunya terlepas sehingga terbawa air. Korban ditemukan satu jam kemudian di halaman Vila Bahana yang berjarak 500 meter dari tempat kejadian dalam keadaan tidak bernyawa," jelasnya.
Baca juga:
Sebelum Terjadi Tsunami Banten, Warga Lihat Air Laut Surut Sejauh 20 Meter
Cerita Kegelisahan Istri Mencari Tahu Nasib Bani Seventeen saat Tsunami Banten
TNI Evakuasi Korban Tsunami Banten Mengapung di Laut
Kondisi Panggung Seventeen yang Hancur Dihantam Tsunami di Tanjung Lesung
Istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara Ditemukan Tewas Akibat Tsunami Banten
Jembatan Runtuh Dihantam Tsunami, Jalur Alternatif di Kawasan Sumur Terputus